_”Barang siapa senang untuk diwafatkan oleh Allah dengan husnul khatimah makanhendaklah ia berbaik sangka dengan sesamanya”_

Imam Syafi’i (150-204 H)

Berbaik sangka kepada sesama merupakan sikap yang sangat patut untuk diterapkan baik kepada Allah Swt., ataupun kepada sesama. Memang sikap seperti ini tidak mudah dilakukan karena kebanyakan seseorang lebih mendahulukan berburuk sangka ketimbang berbaik sangka. Padahal dalam Qs. Al-Hujurat 12, Allah telah memeberi penegasan bahwa agar orang-orang beriman diperintahkan untuk menjauhi prasangka. Karena sebagian prasangka adalah dosa.

Penulis menduga manakala mengedepankan berprasangka baik pada sesama, lebih sering disebut, lebih sering dibicarakan, lebih sering dibahas maka ia akan menggeser popularitas buruk sangka. Di sisi lain sudah saatnya dominasi buruk sangka pada sesama diturunkan. Sebab hampir jarang seseorang lebih mengedepankan prasangka buruk daripada prasangka baik. Jika prasangka baik menjadi bahan pembicaraan, lebih disosialisasikan dan diterapkan niscaya hidup berdampingan dengan sesama lebih nyaman.

Dengan berprasangka baik dengan sesama maka minim kemudian terjadinya potensi fitnah dan huru-hara. Sebab bukan keburukan yang dijadikan pijakan dalam memandang orang lain melainkan kebaikan. Lebih menilai orang lain dengan pandangan baik daripada pandangan buruk. Jika bisa terlebih dahulu berbaik sangka pada orang lain kenapa harus berburuk sangka kepadanya.

Mengenai berbaik sangka pada sesama ini, Imam Syafi’i, menegaskan bahwa siapa yang ingin wafatnya husnul khatimah maka hendaknya berbaik sangka pada orang lain. Dari penegasan Imam Syafi’i ini, cukup logis jika kemudian seseorang meninggalkan prasangka buruk pada orang lain akan lebih aman dari sikap buruk lain yang beruntun. Dengan prasangka baik maka akan meredam kecurigaan, menutup ruang terjadinya fitnah, permusuhan dan prilaku buruk lain pada sesama.

Demikianlah pentingnya berbaik sangka pada sesama. Jika sikap seperti ini layak dikedepankan kenapa tidak.

Wallahu A’lam Bisshawab.

Kediri, 14-02-2021.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *