Super kaya, usaha sukses, duit banyak, dipuja semua orang, badan sehat, umur panjang…, bla.. bla…
Boleh jadi itu harapan semua atau setidaknya kebanyakan orang.
Tapi sial, banyak yang akhirnya gagal atau merasa gagal mendapatkan itu semua…
Parahnya lagi mungkin banyak dari kita yang “??????” karena harus berperang dengan kenyataan, sambil menelan ludah melihat banyak orang yang katanya gak beriman, suka maksiat, fajir, tapi harta melimpah, istana megah, mobil mewah, tampang keren, ditambah lagi tenar dan beken.
“Rasanya tuh nyesek banget…”
Seakan ingin berteriak, “Ya Rabb…, padahal kami yang beriman kepada-Mu, yang bersujud dihadap-Mu, rajin berdoa mengemis anugerah-Mu, tapi malah mereka yang kau limpahi segala kenikmatan…?”.
Akhirnya, tanpa sadar terkadang tak sedikit yang seperti menuntut Tuhan.
Seolah merasa bahwa iman dan ritual ibadah yang selama ini dilakukan ternyata tak mendapat imbalan.
Dulu saat masih di Tarim, setiap selesai shalat Jum’at saya selalu mampir di “baqqoolah” toko buah dan sayuran di samping rumah Sidi Habib Aly jufry untuk membeli makanan buat dieksekusi bareng di kamar.
Sampai pernah suatu Jum’at, ketika sedang belanja buah, ada seorang santri yang mengeluhkan banyak hal imbas perang saudara di Yaman.
Mulai dolar yang langka, bank tutup, krisis bensin, bahan makanan mahal, akses jalan ditutup, dan macam2.
Si ‘abang buah’ menimpalimya, “Muhammad, ihmad rabbak”, bersyukurlah krn kamu ada di Tarim, tiap hari bisa memandang wajah para wali Allah, khususnya Habib Umar, belajar ilmu agama dengan sanad yang muttasil.
Di saat banyak orang sibuk dengan dunia, kamu sibuk dengan Allah, ketika orang-orang mengidolakan para artis dan tokoh yang mungkin sama sekali bahkan tak penah menyebut nama Allah, berebut tanda tangan dan selfie bareng mereka, kamu malah tiap hari shalat berjamaah dengan para terkasih Allah, mendengarkan bacaan quran mereka, mengamini doa dan mencium tangan berkah mereka…
Lalu apa yang kurang?
Nasehat tukang buah yang terasa “????” banget.
Seperti baru sadar bahwa iman, islam, ibadah yang kita jalani bukanlah jasa yang harus dibalas balik oleh Allah, itu semua adalah ???????ℎ ???????? yang telah lama kita milki dan wajib kita syukuri.
Saya jadi teringat dawuh Assakandary dalam kitab hikam:
“كفى من جزائه إياك على الطاعة أن رضيك لها اهلا”
Saya jadi ikut malu, karena tukang sayur yang gak pernah mondok, ternyata lebih ??????? dari kami para santri.
Akhirnya kami pun sadar, bahwa kehidupan dan hati penduduk Tarim adalah ‘?????ℎ ???????’ untuk kitab-kitab yang salama ini kami pelajari.
Ahmad khoiron hasan hanafie, Jember 12 Februari 2021

No responses yet