Al-Qur’an merupakan Kalam Illahi yang diturunkan kepada makhluk terbaik Rasulullah SAW. Al-Qur’an merupakan kitab yang akan abadi sepanjang zaman. Al-Qur’an saat ini telah tercetak dalam mushaf, lukisan, ukiran untuk memudahkan umat islam untuk membaca menghayati dan mengamalkan isi kandungannya.
Bayt Al Quran Al-Akbar merupakan salah satu tempat pelestarian dan pengkajian Al-Qur’an. Berada di tepian kota Ibukota Sumatera Selatan, Kota Palembang, Bayt Al-Qur’an al-Akbar didirikan untuk memuat Al-Qur’an Ukir Terbesar di Dunia. Beralamatkan di Pondok Pesantren Al Ihsaniyah Gandus Palembang, Bayt Al-Qur’an Al-Akbar menjadi destinasi menarik bagi wisatawan di kota Pempek ini.
Disebut Al-Qur’an Raksasa karena didalamnya terdapat 30 juz ayat suci Al-Quran yang berhasil diukir dengan ukiran khas Palembang dalam lembar kayu. Masing-masing lembar ukuran halaman dari Al-Qur’an Akbar adalah 177 x 140 x 2,5 sentimeter dan tebal keseluruhannya termasuk sampul mencapai 9 meter.
Pembuatan Al-Quran Al-Akbar tersebut menghabiskan kurang lebih 40 meter kubik kayu tembesu (fragrea fragrans) dengan biaya tidak kurang 1,2 miliar rupiah. Kayu Tembesu dipilih karena merupakan kayu terbaik untuk mempermudah dan memperindah ornamen-ornamen ukiran khas Palembang yang merupakan warisan luhur sejak era Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Palembang Darussalam. Kayu tembesu dipilih karena kuat, tahan lama, dan cukup populer di Sumatera bagian selatan sebagai bahan baku untuk ukiran atau furnitur.
Al-Qur’an Al-Akbar merupakan Al-Qur’an ukiran kayu yang terbesar di dunia. Al-Qur’an Raksasa ini telah masuk daftar Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Al-Qur’an terbesar dan terberat di Indonesia. Total Al-Quran Al-Akbar ini memiliki tinggi hingga 15 meter dan lebar delapan meter.
Al-Quran Al-Akbar terdiri dari 630 halaman ini juga dilengkapi dengan tajwid serta doa khataman bagi pemula. Setiap lembar terpahat ayat suci Al-Quran dengan khat naskhi. Warna dasar kayu berwarna coklat dengan huruf arab timbul berwarna kuning emas dengan ukiran motif kembang di bagian tepi ornamen khas Palembang yang sangat indah di pandang dan mudah dibaca. Layaknya sebuah pintu dan jendela, Al-Quran di museum ini bisa diputar untuk memudahkan pembacanya.
Adalah H. Sofwatillah Mohzaib (Ustadz Opat) sang inisator Al-Qur’an Al-Akbar ini. Inspirasi ini bermula ketika pada tahun 2000 beliau diminta untuk membuat ukiran pada pintu dan ornamen Masjid Agung Palembang. Disaat mengerjakan proyek tersebut di malam harinya beliau bermimpi membuat Al-Qur’an dalam ukiran kayu dengan ukuran yang cukup besar.
Ketika terbangun, beliau tergugah untuk mewujudkan mimpi tersebut menjadi kenyataan. Maka mulailah beliau membuat Al-Qur’an Raksasa dengan ukiran kayu dengan ukuran 177x 140 centimeter. Selang beberapa bulan kemudian, selesailah penulisan Surat Al-Fatihah dengan ukiran yang menarik.
“Butuh satu bulan untuk melakukan satu halaman dari Quran. Proses pahat berlangsung paling lama,” jelas Ustadz Opat sebagaimana dikutip dari serambinews.com.
Pada 1 Muharram 1423 bertepatan 15 Maret 2005 karya tersebut mulai diperkenalkan di publik yang ditempatkan di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin atau dikenal Masjid Agung Palembang.
Karena antusias masyarakat yang luar biasa dan setelah mengalirnya bantuan dari para donatur, maka pembuatan Al-Quran Al-Akbar dilanjutkan. Proses panjang pembuatan Al-Qur’an Al-Akbar ini memakan waktu tak kurang sampai 7 tahun lamanya. Prose pembuatan Al-Quran Al-Akbar dilakukan di kediaman Ustadz Opat, Jalan Pangeran Sedo ing Lautan, Kelurahan 35 Ilir Tangga Buntung Kota Palembang.
Sebelum diukir di atas papan, Al-Qur’an ditulis diatas kertas karton lalu tulisannya dijiplak di atas kertas kalkir (kertas tembus pandang yang dibuat desainer saat merancang gambar). Al-Qur’an Akbar ini pada proses pembuatannya terus mendapat pengawasan dari para ulama Ahli Al-Qur’an dan hafidz agar jangan jika terdapat kesalahan dalam penulisan, maka akan segera dikoreksi.
Setelah melalui proses panjang, maka selesai penulisan Al-Qur’an Akbar 30 Juz pada tahun 2008. Setahun kemudian, Al-Quran Al-Akbar kembali dipamerkan di Masjid Agung Palembang untuk disaksikan masyarakat luas.
Al-Quran Al-Akbar Mahakarya Wong Kito (Julukan rakyat Palembang) ini akhirnya diresmikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 30 Januari 2011. Bertempat di Pondok Pesantren Al-Ihsaniyyah Gandus, Palembang, peresmian tersebut juga hadir delegasi dari 51 negara peserta Parliamentary Union of the Organization of Islamic Cooperation (PUIC) atau konferensi parlemen negara-negara Islam Organisasi Konferensi Islam (OKI) Al-Qur’an. Pengakuan dari Qori Internasional dan sederet penghargaan juga diberikan kepada H. Shofwatullah Mohzaib bersama tim pembuat Al-Qur’an Raksasa ini.
Saat ini didalam kompleks Bayt Al-Qur’an juga terdapat celengan raksasa sebagai tempat para donatur menyalurkan bantuan untuk kelanjutan proyek Bayt Al-Quran ini. Kedepan Museum ini akan menempati tempat representatif untuk menampung seluruh lembaran Al-Qur’an Al-Akbar yang saat ini baru 15 juz yang terpasang. Setidaknya dibutuhkan dana mencapai 3 miliyar untuk membuat destinasi wisata religi ini menjadi berkelas Internasional.
Dengan tiket masuk 20 ribu rupiah anda bisa masuk untuk melihat keindahan dan kemegahan Al-Qur’an Al-Akbar ini sekaligus berderma untuk melanjutkan proyek mulia ini. Di dalam kompleks tepatnya di lantai 2 terdapat bioskop yang secara berkala menampilkan film-film islami dan video dokumenter proses pembuatan Al-Quran Al-Akbar. Sementara itu diluar kompleks museum terpampang Bola dunia yang diatasnya ada lembaran Al-Quran, hal itu sebagai perlambang dengan Al-Quran adalah payung utama untuk menjaga dunia ini dari kehancuran bagi mereka yang mau membaca dan mengamalkannya.
Al-Qur’an Al-Akbar telah menjadi salah satu Mahakarya Islam di Nusantara yang penuh dengan khasanah akan budayanya. Al-Qur’an Al-Akbar sangat layak masuk Guiness Book Of Record sebagai Al-Qur’an terbesar di dunia. Al-Qur’an Al-Akbar semoga menjadi inspirasi untuk terus berkreasi bagi anak negeri dalam mensyiarkan kalam Illahi dengan berbagai inovasi.
Disarikan dari berbagai sumber

No responses yet