Ada seorang ibu yang setiap hari membuat roti untuk makanan keluarganya sekaligus sebagian disedekahkan untuk orang lain yang ke betulan melewati rumahnya. Biasanya ia meletakkan roti itu didepan pintu rumahnya.
Setiap hari, ada seorang pria yang sudah tua, badannya bungkuk datang untuk mengambil roti itu. Tetapi, ada keanehan yang ia saksikan setiap hari. Orang tua tersebut bukannya berterima kasih dan bersikap santun, pria itu malah berguman dan mengucapkan kata-kata ini setiap hari. Pria bungkuk tersebut selalu berkata: “Perbuatan burukmu akan tetap bersamamu, perbuatan baikmu akan kembali kepadamu.”
Hal ini berlangsung secara terus-menerus, hari demi hari. Pria bungkuk itu selalu datang dan mengambil roti seraya mengatakan : “Perbuatan burukmu akan tetap bersamamu, perbuatan baikmu akan kembali kepadamu.”
Wanita itu merasa kesel dengannya. Dalam hatinya berkata :,”Bukannya berterima kasih, malah melontarkan kata-kata yang tidan santun”.
Setiap hari pria itu mengatakan hal yang sama, apa maksudnya?’ Tanda besar muncul dalam pikiran wanita itu. Suatu hari, tiba-tiba dia memiliki keinginan untuk menyingkirkan pria bungkuk itu. Dia berniat membuat roti dengan racun di dalamnya. Tetapi, ketika akan diletakkan didepan pintu rumahnya, dia gemetar dan tersadar. “Apa yang telah aku lakukan?” katanya. Roti itu akhirnya dibakarnya habis dan dia menggantinya dengan roti biasa. Seperti hari-hari sebelumny pria bungkuk itu datang lagi dan tetap mengatakan hal yang sama, tidak menyadari peperangan batin dalam wanita itu.
==================
Wanita itu punya seorang anak yang sedang merantau jauh. Dan sudah berbulan-bulan dirinya tak mendapatkan kabar tentang keberadaan putranya itu. Wanita ini terus berdoa agar putranya diberi keselamatan dan dapat kembali padanya.
Malam itu, pintu rumahnya diketuk dari luar, wanita itu pun membuka pintu rumahnya dan terkejut melihat sang anak berdiri dihadapannya. Anaknya itu terlihat sangat kurus dan lemah, rupanya dia kelaparan.
Sang anak menatap ibunya sambil berkata :,”Ibu, ini keajaiban. Ketika aku masih jauh dari sini, aku kelelahan dan pingsan. Aku mungkin akan mati kelaparan, tetapi pada saat itu ada orang pria bungkuk datang melintas dan memberiku sebuah roti,” ungkap sang anak. Pria itu berkata,” Ini yang aku makan setiap hari. Hari ini aku harus memberikannya padamu karena kamu lebih membutuhkannya daripada aku.”
Kemudian seketika wajah ibunya memucat dan tersandar di tembok.Dia teringat akan roti beracun yang hampir saja dia berikan pada orang bungkuk itu pagi tadi. Andai saja dia memberikannya pada orang bungkuk itu, tentu anaknya lah yang akan dia racuni dengan tangannya sendiri. Akhirnya dia menyadari arti kata yang selalu diucapkan pria bungkuk itu,”Perbuatan burukmu akan tetap bersamamu, perbuatan baikmu akan kembali kepadamu.”
Noted : kadang kebaikan kita tidak dibalas dengan kebaikan oleh orang lain. Tapi yakinlah bahwa Allah membalas setiap kebaikan dengan cara-Nya yang indah. Husnudzan selalu. فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يراه و من يعمل مثقال ذرة شرا يراه

No responses yet