Termasuk di antara kewajiban seorang murid pada gurunya adalah menaati dan patuh pada guru–selain pada hal yang di larang. Kepatuhan pada guru dapat mengantarkan kesuksesan si murid. Meskipun ukuran sukses itu sangat relatif.
Bertalian dengan kepatuhan seorang murid pada guru, terdapat satu kisah menarik betapa kepatuhan guru dapat mengantarkan murid mencapai puncak kesukesesan. Kisah ini datang dari Hadratus Syaikh Hasyim As’ary yang sangat patuh pada gurunya Syaikhana Khalil Bangkalan.
Pada suatu hari ketika Kiai Khalil menerima tamu tetiba terjadilah hujan yang sangat deras. Saat hujan begitu derasnya datang seorang yanh sudaj tua lagi lumpuh datang hendak bersilaturrahim. Pada Mbah Khalil.
Ketika Kiai Khalil melihat pak tua tadi, beliau menawarkan pada murid-muridnya. Siapa yang mau menggendong Pak Tua itu. Kemudian salah satu dari murid beliau bergegas untuk menggendong Pak Tua sampai kemudian ia sampai hadapan Kiai Khalil. Meski hujan berat melanda saat itu, murid tadi tidak memandangnya sebagai beban.
Singkat cerita, sebab kepatuhan si anak pada gurunya tadi, kemudian Kiai Khalil mengatakan pada seluruh murid-muridnya, “Saksikan, ilmuku sudah dibawa oleh si murid tadi.” Kemudian diketahui bahwa Pak. Tua tadi adalah Nabi Khidir. AS. Sedang si anak yang tadi menggendong kelak dikenal dengan Hadratus Syaikh Hasyim.
Dari kisah di atas terang sudah, bahwa kepatuhan pada guru dapat berbuah manis. Kepatuhan pada guru dapat membuka jalan kesuksesan bagi murid. Seperti Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ary sebab kepatuhannya pada Syikhana Khalil mengantarkan Kiai Hasyim menjadi pendiri NU sekaligus rois akbar NU.
Sebagai penutup, kendati mungkin guru kita tidak se keramat Syikhana Khalil, pun juga kita tak sealim Kiai Kiai Hasyim, namun kisah di atas cukup sebagai bahan renungan. Bahwa kemudian itu jika kita tiru akan berbuah manis.
Nah demikianlah sepenggal kisah buah manis ketaatan Hadratus Syaih pada kiai Khalil. Semoga kisah di atas dapat menjadi sumber inspirasi kita untuk menaati guru-guru kita.
Wallahu A’lam Bisshawab.
Kediri, 04-02-2021.

No responses yet