Kalimat tauhid adalah ucapan LAA ILAAHA ILLALLAAH yang bermakna tiada tuhan yang berhak disembah melainkan hanya ALLAH semata (laa ma’buuda bi haqqin fil wujuudi illallah), yang menjadi lambang keyakinan yang teguh dan istiqomah akan keesaan ALLAH baik dalam Dzat, sifat maupun perbuatanNya. 

Kalimat tauhid merefleksikan  pengakuan dan keyakinan seorang Mukmin bahwa ALLAH adalah satu-satunya Tuhan yang menciptakan, mengurus dan mengatur alam semesta. Dialah satu-satunya Tuhan yang  haq untuk disembah, diagungkan, dipuja dan dipuji; menjadi satu-satunya tujuan, tempat bermohon, dan berserah diri. Tiada yang ditakuti selain Dia. Tiada yang memberi atau menolak manfaat maupun madharat kecuali ALLAH semata. 

Semua keyakinan ini mengantarkan seorang mukmin kepada kemantapan jiwa, ketenangan batin, keteguhan pendirian, kekuatan mental, keyakinan yang menebal, optimisme yang besar, serta keberanian yang luar biasa untuk menghadapi segala problematika hidup, mengatasi semua tantangan dalam perjuangan memberantas kemusyrikan, kekufuran dan kemungkaran, menegakkan kebenaran dan keadilan, menentang setiap bentuk penindasan, menghalau segala kemafsadatan, serta mewujudkan kemaslahatan umum.

Maka orang yang benar-benar telah menjiwai semangat tauhid yang terkandung dalam kalimat tahlil atau kalimat tauhid, niscaya tidak akan mudah kecewa, berputus asa, takut, atau bergantung kepada selain ALLAH; senantiasa tabah dalam berjuang, tidak pernah terbersit kekhawatiran atau keraguan dalam hatinya tentang jaminan rezeki dan pertolongan ALLAH Ta’ala. 

Oleh karena kedalaman makna dan pengaruhnya yang besar bagi keimanan seseorang, maka tidak salah jika kalimat ini disebut sebagai dzikir yang paling utama, penentu jalan masuk ke dalam surga, peningkat keimanan, dan berbagai kelebihan lainnya. Yang salah itu jika kalimat tauhid hanya dijadikan simbol kosong tanpa makna, disablon di kaos, baju, topi, dan benda lainnya untuk kepentingan demo, kendaraan politik, memusuhi sesama Muslim, dan tujuan hina lainnya.

Berikut ini disajikan contoh pendalaman dzikir kalimat tauhid, agar dzikir yang dibaca tidak hampa, kosong dari makna, kering dari penghayatan. Insya ALLAH jika saat melantunkan kalimat tauhidnya sambil menghayati makna-makna berikut ini, niscaya iman kita akan semakin kuat dan mantap.

لاَاِلٰهَ اِلاَّاللهُ

1. Tiada Tuhan yang haq (benar) untuk disembah selain ALLAH

2. Tiada Tuhan yang dituju oleh setiap makhluq selain ALLAH 

3. Tiada yang wujud secara haqiqy selain ALLAH

4. Tiada tempat aku  berharap kecuali kepada ALLAH

5. Tiada tempat aku meminta kecuali kepada ALLAH

6. Tiada tempat aku berlindung kecuali kepada ALLAH

7. Tiada tempat aku berserah diri kecuali kepada ALLAH 

8. Tiada yang aku takuti kecuali hanya ALLAH

9. Tiada yang paling aku cintai kecuali hanya ALLAH 

10. Tiada yang dapat memberi manfaat/madlarat kecuali ALLAH

11. Tiada yang dapat membolak-balikkan hati manusia kecuali  ALLAH 

12. Tiada yang dapat menghindarkan aku dari kemadharatan (bahaya)   kecuali  ALLAH

13. Tiada yang dapat menguasai jiwa semua makhluk  kecuali  ALLAH 

14. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali ALLAH

15. Tiada yang dapat menaikkan derajatku dunia dan akherat kecuali ALLAH   

16. Tiada yang terpuji dalam setiap perbuatannya kecuali ALLAH 

17. Tiada yang dapat menjaga kesehatanku kecuali ALLAH

18. Tiada yang mengabulkan segala doaku kecuali  ALLAH

19. Tiada yang dapat memberi hidayah kecuali ALLAH

20. Tiada yangmempermudah semua urusanku kecuali ALLAH

21. Tiada yang menjamin rezeki seluruh makhluk kecuali hanya ALLAH

22. Tiada yang dapat memberiku ilmu yang berkah dan bermanfa’at kecuali kepada ALLAH

23. Tiada penolong terbaik kecuali  ALLAH      

24. Tiada pengurus/pemelihara terbaik kecuali ALLAH

25. Tiada pelindung terbaik kecuali kepada ALLAH

26. Tiada satu pun yang dapat menghidupkan dan mematikan  seseorang  kecuali  ALLAH

27. Tiada yang mengampuni segala dosaku dan kedua orangtuaku  kecuali  ALLAH

28. Tiada yang dapat memberi ketenangan dan kebahagiaan batin kecuali ALLAH

29. Tiada yang dapat menggerakkan hati siapa saja untuk menolong, mendukung, setia, dan mencintaiku kecuali ALLAH

30. Tiada yang dapat memberi “futuh” (terbukanya pintu) ilmu dan mencerdaskan aku kecuali kepada ALLAH

31. Tiada yang dapat menggerakkan orang lain untuk menjadi jalan rezeki bagikukecuali ALLAH

32. Tiada yang pantas dipuja dan dipuji kecuali ALLAH

33. Tiada yang dapat memberi keturunan yang saleh kecuali ALLAH       

34. Tiada yang bisa memperpanjang usiaku kecuali ALLAH

35. Tiada hakim yang sadil-adilnya kecuali ALLAH

36. Tiada yang dapat membantu membersihkan hatiku dari penyakit hati dan kebusukan akhlaq kecuali ALLAH

37. Tiada yang dapat mengkaruniai kebahagiaan dunia akherat kecualiALLAH

38. Tiada yang dapat memberikan keselamatan dunia akherat kecuali ALLAH

39. Tiada yang dapat memasukkan aku ke surga kecuali (berkat rahmat) ALLAH                                                                                      

40. Tiada yang dapat menyelamatkanku dari adzab kubur dan neraka kecuali ALLAH

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *