Rasulullah saw adalah tauladan bagi Jin dan Manusia.Beliau mengajarkan kepada kita agar menjadi seorang mu’min yg utama, yaitu dgn menjaga ahlaknya.

Rasulullah saw pula mengajarkan kepada kita bagaimanakah cara menjadi seorang yg bijak, kaya dan mulia, Rasulullah saw di tanya oleh sahabatnya:

“Ya Rasulullah, bagaimanakah orang mukmin yg utama?” beliau menjawab: “Orang yg paling baik akhlaknya.” Dia bertanya lagi; “Orang mukmin yang bagaimanakah yang paling bijak?” beliau menjawab: “Orang yg paling banyak mengingat kematian, dan yg paling baik persiapannya setelah kematian, merekalah orang2 yg bijak.” (HR. Ibnu Majah: 4249).

وقال ابن عمر رضي الله عنهما: أتيت النبي صلى الله عليه وسلم عاشر عشرة، فقال رجل من الأنصار: من أكيس الناس وأكرم الناس يا رسول الله؟ فقال: *أكثرهم ذكرا للموت وأشدهم استعدادا له، أولئك هم الأكياس ذهبوا بشرف الدنيا وكرامة الآخرة.

Ibnu Umar r.a. berkata: Suatu ketika aku datang kepada Nabi SAW. Seseorang kaum Anshar bertanya kepada beliau: “Siapa orang paling kaya dan paling mulia, wahai Rasulullah?” Jawab beliau: “Orang yg paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Merekalah orang yg paling kaya; memperoleh kemulian dunia dan akhirat.”

{kitab Mukasyafatul Qulub, karya Imam Al-Ghazali, halaman 95, cetakan *Darul Kutub al-‘Ilmiyyah*, Beirut, Lebanon}.

Imam Al Munawi berkata: 

“Tidak ada obat yg paling bermanfaat bagi hati yg kelam selain berziarah kubur. Dengan berziarah kubur, lalu mengingat kematian, akan menghalangi seseorang dari maksiat, melembutkan hatinya yg kelam, mengusir kesenangan terhadap dunia, membuat musibah yg kita alami terasa ringan. Ziarah kubur itu sangat dahsyat pengaruhnya untuk mencegah hitamnya hati dan mengubur sebab2 datangnya dosa. Tidak ada amalan yg sedahsyat ini pengaruhnya”  (kitab Faidhul Qaadir, 88/4)

Salah satu cara memperbanyak ingat kematian adalah seperti yg Rasulullah ajarkan yaitu banyak berziarah kubur, hal ini sesuai dengan sabdanya :

زوروا القبور فإنها تذكركم الموت

“Berziarahlah kalian ke kuburan, karena ziarah kubur mengingatkan kalian akan kematian” (HR. An Nasai dan lainnya).

Setidaknya 2 kali dalam seminggu Rasulullah saw berziarah kubur

“Rasulullah memiliki waktu 2 malam menginap di kamar Aisyah jika dibanding dgn istri-istri Nabi lainnya, hal ini dikarenakan Sayidah Saudah binti Zam’ah memberikan waktu gilirnya kepada Aisyah, sehingga Aisyah punya 2 malam” (HR al-Bukhari).

“Setiap Nabi menginap di Aisyah, maka tiap akhir malam Nabi pergi ke Baqi” (HR. Muslim)

Jadi, kapan terakhir kali Anda Berziarah kubur & mengamalkan hadits-hadits ini??

Yuk kita perbanyak membaca salawat kepada beliau agar beliau selalu hadir dalam kehidupan kita dan berkenan membimbing kita semua sampai ajal kita tiba, Sholluu Alan nabii Muhammad. Dan mari juga kita ziarahi makam para wali Allah di manapun berada, semoga kita bisa terus sambung dan bisa berkomunikasi dgn beliau2 serta semoga Allah beriman kepada kita anugerah yg telah diberikan kpd beliau2 kekasih Allah itu.

Marilah kita bersama2 berdoa kepada Allah, Dzat Yang Maha Menghidupkan (Al-Muhyî) dan Yang Maha Mematikan (Al-Mumît).

اللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَـاتِمَةِ وَنَعُوْذَ بِكَ مِنْ سُوْءِ الْخَـاتِمَةِ

Ya Allah, akhirilah hidup (wafatkanlah) kami dalam keadaan husnul khâtimah. Dan kami berlindung kepada-Mu dari keadaan sû’ul khâtimah, amin.

Semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, aamiin…

Daftar Pustaka :

‘Aidh al-Qarni, Dr, “Sentuhan Spiritual ‘Aidh al-Qarni (Al-Misk wal-‘Anbar fi Khuthabil-Mimbar)”, Penerbit Al Qalam, Cetakan Pertama : Jumadil Akhir 1427 H/Juli 2006

Ibnu Hazm al-Andalusi, asy-Syaikh, “Di Bawah Naungan Cinta (Thawqul Hamâmah) – Bagaimana Membangun Puja Puji Cinta Untuk Mengukuhkan Jiwa”, Penerbit Republika, Cetakan V : Maret 2007

Manshur Ali Nashif, asy-Syaikh, “Mahkota Pokok2 Hadis Rasulullah saw. (At-Tâju al-Jâmi‘u lil-Islâmi fî Ahâdîtsi ar-Rasûli)”, CV. Sinar Baru, Cetakan pertama : 1993

M. Quraish Shihab, Dr, “‘Membumikan’ Al-Qur’an”, Penerbit Mizan, Cetakan XXX : Dzulhijjah 1427H/Januari 2007

M. Quraish Shihab, Dr, “Wawasan Al-Qur’an – Tafsir Maudhu‘i atas Pelbagai Persoalan Umat”, Penerbit Mizan, Cetakan XIX : Muharram 1428H/ Februari 2007

Sa‘id Hawwa, asy-Syaikh, “Kajian Lengkap Penyucian Jiwa “Tazkiyatun Nafs” (Al-Mustakhlash fi Tazkiyatil Anfus) – Intisari Ihya ‘Ulumuddin”, Pena Pundi Aksara, Cetakan IV : November 2006

kitab Mukasyafatul Qulub, karya Imam Al-Ghazali, halaman 95, cetakan *Darul Kutub al-‘Ilmiyyah*, Beirut, Lebanon

kitab Faidhul Qaadir, 88/4

Buku Amaliah NU dan Dalil2nya, Penerbit LTM (Lembaga Ta”mir Masjid) PBNU.

http://achmadfaisol.blogspot.com https:/generasisalaf.wordpress.com https://mryanwar.wordpress.com https://muslim.or.id

summarized by Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi Khodim JAMA’AH SARINYALA

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *