Pada Mapaba PMII Komisariat UIN Sunan Ampel Surabaya pagi ini, setelah saya memaparkan ke-Aswajaan, ada mahasiswa yang bertanya: “Mengapa Imam Asy’ari menjadi Muktazilah dahulu kemudian berpindah menjadi Ahlissunah?”

Saya sampaikan riwayat dari Imam As-Subki mengenai latar belakang berpindahnya haluan Imam Asy’ari ini, awalnya pengikut Muktazilah menjadi pemimpin dan imam di Ahlissunah:

  1. Telah menjadi kehendak Allah

ﺃﺭاﺩﻩ اﻟﻠﻪ ﻟﻨﺼﺮ ﺩﻳﻨﻪ ﻭﺷﺮﺡ ﺻﺪﺭﻩ ﻻﺗﺒﺎﻉ اﻟﺤﻖ

“Allah menghendaki kepada Abu Hasan Al-Asy’ari untuk menolong agama Allah dan melapangkan hatinya untuk mengikuti jalan yang benar”

  1. Didatangi Nabi dalam mimpi

ﻭﻳﺤﻜﻰ ﻣﻦ ﻣﺒﺪﺃ ﺭﺟﻮﻋﻪ ﺃﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﻧﺎﺋﻤﺎ ﻓﻰ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻓﺮﺃﻯ اﻟﻨﺒﻰ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ ﻳﺎ ﻋﻠﻰ اﻧﺼﺮ اﻟﻤﺬاﻫﺐ اﻟﻤﺮﻭﻳﺔ ﻋﻨﻰ ﻓﺈﻧﻬﺎ اﻟﺤﻖ

Dikisahkan dari awal kembalinya Imam Asy’ari bahwa beliau tidur di bulan Ramadhan lalu bermimpi melihat Nabi shalallahu alaihi wasallam. Nabi berkata: “Wahai Ali (nama aslinya Imam Asy’ari adalah Ali bin Ismail), bantulah Mazhab yang diriwayatkan dariku. Itulah yang benar” (Thabaqat Asy-Syafi’iyah Al-Kubra, 3/347-348)

Kejadian ini berulang sebanyak 3x di bulan Ramadhan.

•] Alhamdulillah para peserta pengkaderan tetap memakai masker, menjaga jarak dan menjaga syahwat.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *