Pada suatu hari, Muhammad saw menemui para Sahabat lalu bertutur, “Semalam aku menyaksikan keajaiban-keajaiban. Aku melihat seorang dari umatku telah didatangi malaikat kematian lalu datanglah kepadanya baktinya kepada orangtua yang segera mengusir malaikat itu. Aku menyaksikan seorang umatku tengah disiksa di kubur, lalu datanglah wudunya yang segera menyelamatkannya dari siksa kubur itu.

Aku melihat ada umatku terkepung banyak setan lalu datanglah zikirnya yang membuyarkan kepungan itu. Aku melihat seorang dari umatku tengah dikelilingi Malaikat Azab lalu datang salatnya yang segera menyelamatkan dirinya. Aku melihat seorang umatku merasakan kering tenggorokannya, namun setiap kali mendekati telaga selalu ditolak, lalu datanglah puasanya yang segera memberinya minum sepuasnya.”

“Ada seorang dari umatku pada setiap kali mendekati lingkaran para Nabi yang tengah duduk, mereka mengusirnya, lalu datanglah mandi besarnya yang segera menggandeng dan mendudukkannya di sampingnya. Aku melihat seorang umatku dilingkupi oleh kegelapan, dari depan dan belakang, kanan dan kiri, dari atas dan bawah, sehingga ia tampak amat kebingungan, lalu datanglah haji dan umrahnya yang segera mengeluarkannya dari kegelapan dan memasukkannya ke dalam cahaya. 

Aku melihat seorang dari umatku tengah berbicara kepada mukmin lainnya tetapi semua yang diajak bicara abaikan dirinya, lalu datanglah silaturahimnya dan berseru, ‘Wahai orang mukmin, berbicaralah kepadanya,’ maka mereka pun berbincang-bincang dengannya’.”

“Aku melihat seorang umatku sibuk menepis lidah api dan asapnya yang menjilat-jilat ke arah wajahnya, lalu datanglah sedekahnya yang segera menjadi tirai penghalang di wajah dan penutup bagi kepalanya. Aku melihat seorang umatku diseret-seret Malaikat Zabaniah dari seluruh penjuru arah, lalu datanglah amar makruf dan nahi munkarnya yang merebutnya dari tetangan mereka lalu menyandingkannya beserta Malaikat Rahmah. Aku juga melihat seorang  umatku yang tengah berlutut di mana antara Allah dan dirinya terhalangi hijab, lalu akhlak baiknya datang untuk menggamit lengannya dan melampaui hijab itu menuju Allah. Aku melihat seorang dari umatku akan menerima buku catatannya dari arah kiri, lalu datanglah rasa takutnya kepada Allah yang segera mengambil buku catatan amal itu dan meletakkannya di sebelah kanannya. Aku juga melihat seorang umatku memiliki timbangan yang ringan lalu datanglah sikap hati-hatinya yang menyebabkan timbangannya pun menjadi berat.”

“Aku melihat seorang umatku nyaris terperosok ke jurang Neraka, lalu datanglah rasa malunya kepada Allah yang segera menyelamatkannya dan ia pun dapat melewati pinggiran neraka dengan selamat. Aku melihat seorang umatku dilontarkan ke dalam neraka, lalu datanglah air matanya yang menitik di dunia karena takut kepada Allah yang segera menyelamatkannya dari neraka. Aku melihat seorang umatku tengah berdiri di atas jembatan (shirâth) dengan gemetar seperti pelepah daun kurma yang melambai-lambai tertiup angin, lalu datanglah baik sangkanya kepada Allah, maka tenanglah ia dan dapat memulai langkahnya meniti shirâthitu. Aku melihat yang lain lagi tengah berada di atas shirâth kadang merangkak kadang merayap, lalu datanglah salawatnya kepadaku yang segera mengajaknya bangkit dan berdiri sehingga ia pun dapat sampai di ujung titian itu.”

“Seorang umatku sampai di pintu surga ternyata pintu itu tertutup untuknya, lalu datanglah syahadat tauhid yang segera membukakan pintu untuknya dan memasukkannya ke surga. Aku juga melihat beberapa orang menggunting lidahnya, lalu aku bertanya, ‘Wahai Jibril, siapakah mereka?’ Jibril menjawab, ‘Mereka adalah yang terbiasa mengadu domba antarmanusia’. Aku melihat sejumlah orang digantung dengan lidah mereka, aku bertanya, ‘Jibril, siapakah mereka itu?’ Jibril menjawab, ‘Mereka adalah yang terbiasa menuduh Mukmin dan Mukminat lain dengan tuduhan yang tidak benar.’ 

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *