Perjuangan kiai dan santri dalam menyebarkan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) benar serius. Mereka tidak pakem, ada banyak cara untuk mendakwahkannya. Misalnya saja Kiai Abdul Karim Hasyim dan Gus Mus yang tidak hanya mengisi pengajian dan mengajar saja, tapi juga menggeluti dunia sastra dan memberi gejala sufi dalam sastra indonesia. Hal terpenting bagi warga Nahdlotul Ulama (NU), identitas NU adalah ibarat sebuah niat (ro’sul ‘amal). Bentuk amalnya ya macam-macam, bisa lewat politik, seni atau sastra. Inilah yang saya maksud dengan diaspora santri, tersebar dimana-mana. Hal demikian tidak menjadi masalah. Sama halnya waktu Gus Dur ditanya soal kader-kader NU yang menjadi kader politik di PKB, PDI, dan Golkar. Padahal kalau disesuaikan mereka harusnya ada di PPP atau PKB yang mewakili partai islam. Gus Dur hanya menanggapinya enteng, orang NU harus menyebar jala seluas mungkin. 

Refleksi sosial

Secara umum, perjuangan NU menapaki sosial-religi sudah terlaksana. Bidang pendidikan ada Lembaga Ma’arif, kader-kader NU tidak diragukan lagi politiknya, di bidang budaya ada Lesbumi dll. Yang menjadi perhatian disini dari segi budayanya. Karena LSM Kesenian Kraton Ngiyom yang sering bersama santri dan Kiai NU ini berada di pedalaman Jawa Timur, yakni Ngawi. Apa yang menarik? kalau mengutip pendapatnya Gus Dur, pedalaman Jawa Timur itu kurang akomodatif terhadap budaya jika dibandingkan dengan Jawa Tengah. Pengaruh budaya asli jawa tidak begitu kuat tertanam seperti di jawa tengah. Mungkin karena terlalu jauh dari letak pusat kekuasaan (Yogyakarta dan Surakarta) waktu itu. Kaum santri  di Jawa Timur lebih menekankan pada spiritual tarekat dan legalitas fiqih. Perempuan mengikuti pagelaran seni tidak diperbolehkan, itu contohnya. 

Tetapi hal itu ternyata bisa disadarkan jika dihadapkan pada permasalahan yang ada, yakni kerusakan lingkungan akibat penebangan hutan di Karesidenan Madiun (termasuk Ngawi). Daerah Karesidenan Madiun sejak kolonial belanda sudah menjadi sumber produksi hutan jati. Penebangan hutan itu terjadi secara masif sampai tahun 1990an. Dampaknya adalah sumber mata air berkurang, banjir luapan bengawan solo dll. Lihat saja sungai-sungai yang hilirnya gunung lawu, debitnya menurut. Hal itu mengganggu produktifitas lahan sebagai sumber ekonomi petani dan aktifitas vital lainnya. Disamping itu orang jawa mempunyai seni budaya sendiri yang disukainya. Dari situ kaum santri mulai ter-perhatikan hal ini. Dar’ulmafasid aula min jalbil masholih, kaidah ushul fiqh itu berbunyi ‘mencegah bahaya itu lebih utama dari pada menarik datangnya kebaikan’. Salah satu caranya adalah bekerjasama dengan LSM Kraton Ngiyom yang ada di Ngawi ini. 

Kontekstualisasi

Menurut mbak sari dari LSM, tujuan LSM ini tidak hanya untuk menjaga lingkungan tapi juga mensosialisasikan nilai-nilai toleransi dengan pendekatan seni budaya. Diharapkan nantinya menjadi masyarakat yang madani. Agar bisa mengarah kesitu maka semua kalangan harus berkorban, Jer basuki mawa beya. Untuk bisa mencapai kesuksesan maka harus berkorban dalam perjuangan. Maka setiap tahunnya diadakan upacara budaya pengorbanan seekor kerbau dan pertunjukan kesenian setempat. Tidak hanya itu, kiai pun mendapat kesempatan orasi atau pengajian budaya. 

Dakwah dengan cara seni budaya menurut KH.Sahal Mahfud tidak masalah. Justru media dakwah itu harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang ada. Agar tidak terlalu pakem dan lebih mengena. Misalnya saja Kanjeng Sunan Kalijaga berdakwah dengan wayang. Cerita Mahabarata sedikit digubahnya, Yudistira sebagai panglima Pandawa tidak akan hidup sempurna kalau tidak mempunyai Jimat Kalimosodo. Yang tidak lain adalah dua kalimat syahadat. Dengan demikian orang-orang hindu tertarik dengan jimat itu dan perlahan masuk islam. Seperti yang dituturkan Gus Muwafiq saat mengisi di Tuban Jawa Timur. 

Cara penyampaian LSM Kraton Ngiyom ini sebuah langkah maju. Untuk memperkuat keduanya (NU dan Kraton Ngiyom), Kraton Ngiyom pernah diundang dalam pembahasan Fiqih Agraria di Rembang. 

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *