Disebutkan oleh Abdullah bin Muhammad bin Al-Qadli Abu Syaibah Ibrahim bin ‘Utsman bin Kuwasta atau Imam Ibnu Abi Syaibah rahimahullah (wafat 2 Agustus 849 M, Kufah, Irak) dalam kitab Mushannafnya, ada sebuah riwayat yg disampaikan oleh Ulama kibar tabi’in, Imam Alqamah bin Qais an-Nakha’i rahimahullah (591 – 681 M) sbg berikut:

عَنْ عَلْقَمَةَ: أَنَّ ابْنَ مَسْعُودٍ كَانَ إِذَا غَشِيَ أَهْلَهُ فَأَنْزَلَ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيمَا رَزَقْتنَا نَصِيبًا

Artinya: “Dari ‘Alqamah  sesungguhnya Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu (wafat 650 M, Jannatul Baqi’ Madinah) ketika mensetubuhi istrinya dan inzal, dia mengucapkan doa : 

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيمَا رَزَقْتنَا نَصِيبًا

“Allaahumma laa taj’al lisy syaithooni fiimaa rozaqtanaa nashiiban” (Ya Allah, jangan beri setan bagian dari apa yg Engkau berikan kepada kami).”

Doa Imam Ghozali 

Doa ini disebut dalam Kitab Ihya Ulumiddin karya Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i atau Imam Al-Ghazali rahimahullah (1058 – 1111 M Thus, Iran) dan Kitab Uqudul Lujain fi Bayani Huquqiz Zaujain karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Banteni Al-Jawi Al-Makki Asy-Syafi’i rahimahullah (1813 – 1897 M di Jannatul Mualla Mekkah).

Doa tersebut dikutip dari Surat Al-Furqan ayat 54

وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ مِنَ ٱلْمَآءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُۥ نَسَبًا وَصِهْرًا ۗ وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا

Wa huwal ladzii khalaqa minal maa’i basyaran, fa ja’alahuu nasaban wa shihran, wa kaana rabbuka qadiiran.

“Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa”.

Doa itu sebaiknya dibaca dgn hanya menggerakkan mulut tanpa bersuara. Doa tsb ada sebaiknya dibaca agar mendapatkan perlindungan dan rahmat dari Allah subhanahu wa ta’ala. Doa2 tsb dibaca bagi mereka yg sudah halal berhubungan suami istri. Semoga bermanfaat bagi mereka dan diberi keturunan yg salih dan shalihah. Aamiin.

Semoga bermanfaat

Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi Khodim JAMA’AH SARINYALA

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *