Al Hallaj Seorang sufi paling eksotik sepanjang sejarah berkata: Dosa terbesar di alam semesta adalah ketika engkau merasa dirimu ada —

*^^^^*

Sebagai lazimnya, pernyataan Al Hallaj selalu menghadirkan kontroversi bagi awam— tak jarang kebingungan terus menghunjam terpelihara, kemudian fitnah menyertai. Iapun dipancung. Kitabnya dibakar. Santrinya dibuang. Pahamnya diharamkan. Sebab ulama fiqh dan kalam tak cukup bisa memahami. 

Hululiyah adalah ikhtiar meleburkan diri. Meniadakan diri. Membenam dalam cahayanya (Al misykat al Anwar). Larut dalam kefanaan kemudian pasrah dalam kekekalan yang maha kekal. 

Bersatunya hamba dengan sang khaliq— wihdat Al wujud. Tidak ada apa-apa selain Allah yang maha ada. Mi’radz saat shalat. Sesa-at Menghilang dari dunia. 

*^^^*

Puasa tahun ini aku buat beda. Mencoba lebih mendekat. Menghadirkan  ‘ruang suwung’ agar hening dalam keriuhan yang fana dan berkeras melepas sebanyak hijab—mencoba melepas diri dari berbagai prasangka, dan memperbanyak pemaafan dan ridha. 

Aku jauhkan diri dari riuh dan padatnya simbol simbol menuju ruh ilahi ( min ruhillah Ila ruhillah) 

Ada saat ketika harus hening dari berbagai nafsu — 

Termasuk syahwat  ibadah— agar cinta terhadap Allah dan rasul-Nya, menjadi satu satunya cinta, satunya-satunya pengharapan dan satu-satunya penghambaan. sebagian orang lupa pada Rabbnya sebab lebih mencintai shalatnya, mencintai sedekahnya dan mencintai bacaan Qurannya. 

*^^^^*

Banyak orang beribadah tapi makin jauh dari Rabbnya— sebab ibadah yang di amalkan menjadi hijab bagi dirinya dan Rabbnya. Cintanya pada dunia makin menguat berbanding lurus dengan mengurangnya perhatian terhadap hidup kekal di akhirat. 

Banyak orang kaya dan berharta ketika di dunia tapi menghadap rabnya dalam kondisi miskin dan melarat, karena tak satupun bekal yang dibawa. Semua harta yang ia kumpulkan saat di dunia, ia tinggalkan hanya sebagai waris bagi anak cucunya ——

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *