Di Ponpes Al Kholil Sidoarjo, di mana saya dulu belajar, punya tagline “Belantika Istighfariyah” atau Dunia istighfar. Karena menurut guru kami, segala kesusahan dan masalah dunia, dari sulit rejeki, anak mbeling, pasangan selingkuh, sulit punya anak, sepi jodoh, belajar gak paham-paham, utang numpuk, bengek gak sembuh-sembuh, hidup nganggur, pikiran ruwet, semua itu solusinya ya cuma istighfar. Bahkan untuk meraih cita-cita apapun, solusinya ya istighfar juga.
Hal ini udah cetho welo-welo sekali dan banyak tercantum ayat dalam Al Qur’an, tentang khasiat istighfar. Salah satunya di surat Huud 3
وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ
“Dan hendaklah kamu meminta ampun (beristighfar) kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. Jika kamu mengerjakan yang demikian, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik terus menerus kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan, balasan atas keutamaannya itu”
Kanjeng Nabi Muhammad SAW dawuh
من لزم الإستغفار جعل الله له من كل هم فرجا ومن كل ضيق مخرجا ورزقه من حيث لا يحتسب
“Siapa saja yang punya hobby beristighfar, maka Gusti Allah akan melepaskan kesusahannya, memberi solusi kesumpekannya dan memberinya rizki dari arah yang tidak diduga”
Para ulama memberi julukan A’dzomu abwabil faroj (Pintu solusi paling agung) bagi istighfar. Selain menghapus dosa, istighfar juga berfungsi untuk menghilangkan kesedihan, mengusir kegelisahan, menolak kekhawatiran, memudahkan rizki. Karena kesedihan, kesempitan rizki, kesumpekan hidup dan keruwetan itu diawali oleh perbuatan dosa. Maka untuk melepas semua beban yg menyesakkan itu, kita beristighfar, bertaubat dgn hati yg menyesal dan penuh harap untuk bisa diampuni.
Istighfar ini arti harfiahnya memohon ampunan. Dan secara makna istilah, artinya kembali kepada jalan Gusti Allah, yaitu jalan fitrahnya manusia. Manusia itu pada fitrahnya, ruhnya terhubung selalu dengan Gusti Allah, tapi karena ada dosa, maka hubungan itu terganggu. Hubungan yg terganggu inilah yg bikin ruwet hidup kita. Selama kita masih mau beristighfar, sebanyak apapun dosa kecil, pasti habis. Selama enggan beristighfar, dosa kecil itu terus bertumpuk hingga jadi dosa besar. Maka istighfar inilah yang mengembalikan hubungan kita dengan Gusti Allah.
Saking agungnya makna istighfar ini, para Nabi ini sampai punya redaksi istighfar sendiri-sendiri. Nabi Adam dengan redaksi “Robbanaa dzolamnaa anfusana wa in lam taghfirlanaa lannakunanna minal khoshirin”. Nabi Ibrohim punya redaksi “Robbana alayka tawakkalnaa wa ilayka atabnaa wa ilakal mashiir”. Nabi Yunus punya redaksi istighfar “Laa ilaaha illa anta, subhanaka, inni kuntu minadz dzoolimiin”. Kanjeng Nabi Muhammad SAW juga punya redaksi “Sayyidul Istighfar” yang masyhur.
Hal ini karena tidak ada cobaan terberat kecuali cobaannya para Nabi. Selain menanggung beban cobaan diri mereka sendiri, Para Nabi juga ikut merasakan beban yang ditanggung umat mereka. Maka mereka pun membuat redaksi istighfar dan diajarkan kepada umatnya. Dengan barokahnya istighfar tersebut, hilang semua kesusahan di hati walau cobaan terus datang. Jadi, kalo hidup ruwet, sebanyak mungkin kita istighfar,

No responses yet