Empat Spirit Islam Nusantara Menurut Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari

0
177

Tangerang Selatan, jaringansantri.com – Subtansi Islam Nusantara lahir, salah satunya karena ada kelompok-kelompok ekstrim radikal. Itu bukan fenomena kekinian. Itu fenomena sejarah. Sejak dulu, seperti khawarij, wahabi dll.

Hal ini dipaparkan oleh Zuhairi Misrawi dalam kajian turats di Islam Nusantara Center (INC), Wisma Usahan lt. 2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sabtu, 24 Februari 2018.

Sejak dulu Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari memagari kita dengan nilai-nilai spirit Islam Nusantara. Diantaranya adalah Spirit keagamaan (al-ruh al-diniyyah), Spirit kebangsaan (al-ruh al-wathaniyyah), Spirit kebhinnekaan (al-ruh al-ta’addudiyyah) dan Spirit kemanusiaan (al-ruh al-insaniyyah).

Spirit keagamaan, harus ngerti agama dengan baik dan benar. Zuahiri mengatakan “seluruh kader NU harus kembali ke Pesantren, harus kembali ke kitab kuning.”

“Spirit kebangsaan juga arus ada dalam diri kita, cinta tanah air. Islam Nusantara, kecintaan tanah air harus sejalan dengan kecintaan kita pada agama,” katanya.

Spirit kebhinekaan. Selama kelompok lain, kelompok minoritas itu tidak mengganggu, tugas kita adalah melindungi yang lain. Melindungi minoritas, bersama membangun negeri.

Sedangkan Spirit kemanusiaan, kita dituntut untuk hidup damai, saling membantu dan menghargai.

“Ini yang kita sepakati sekarang tentang Islam Nusantara sekarang ini,” pungkas Zuhairi Misrawi yang juga kader utama Gus Dur ini.(Damar/Aditia Wibisono)