Categories:

Oleh : Natasya Afra Annisa

Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sehingga banyak orang dari berbagai kalangan menggunakan media sosial sebagai sarana dan prasine dalam kehidupan sehari- hari mereka. Bisa dilihat dalam media sosial semua hal yang ingin kita caari tahu pasti ada didalan media sosial tanpa terkecuali. Pada era digital ini, kehadiran media sosial memiliki manfaat yang dirasakan manusia seperti berinteraksi kepada orang lain tanpa harus berinteraksi secara langsung, mendapatkan suatu informasi yang kita sedang cari tau, mengakses suatu infromasi, dan kerap kali sosial media digunakan untuk menyebarluaskan informasi baik informasi pentig ataupun informasi yang tidak terlalu penting seperti meupdate kehidupan pribadi seseorang. Namun media Sosial tidak hanya menimbulkan dampak positif tetapi juga bisa terkena dampak negatif salah satunya nya gangguan psikologis akibat kesalahan penggunaan sosial media.

            Salah satu dampak negatif dari media sosial dari kondisi psikologis adalah Syndrome Fear of Missing Out (FOMO) yang belakangan ini sering diperbincangkan. Menurut McGinnis FOMO adalah perasaan cemas yang tidak diinginkan yang muncul ketika adanya persepsi terhadap pengalaman orang lain yang lebih menyenangkan daripada pengalaman diri sendiri. Ia juga menjelaskan bahwa FOMO sebagai tekanan soisal yang datang dari perasaan akan tertinggal pada suatu peristiwa tertentu. Paparan dari media sosial yang begitu banyak, dan mudahnya kita dalam mengakses suuatu informasi timbul perasaan takut tertinggal suatu trend yang sedang banyak digandrungi olah Masyarakat. Seseorang yang semakin sering mengakses media sosial untuk melihat postingan-postingan dari teman, kerabat ataupun dari artis -artis semakin banyak mendapatkan tekanan kecemasan dalam dirinya. Seperti saat seseorang melihat story Instagram temannya sedang liburan ke luar negeri ataupun hanya sedang berpose pada tempat yang sedang hits, atau melihat story temannya membeli smartphone edisi terbaru. Kejadian inilah yang membuat seseorang bisa mengalami FOMO dan merasakan kekhawatiran, ketakuta, cemas dan merasa tertinggal mengapa diirnya tidak bisa seperti orang orang yang ia liat di media sosial.

            Allah Swt telah menjelaskan didalam Alquran bahwa perasaan takut dan cemas pada urusan duniawi itu merupakan salah satu ujian yang Allah berikan kepada hambanya agar manusia bisa lebih bersyukur dan mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta.  Perasaan cemas ataupun khawatir padan urusan duniawi. Adapun beberapa usaha yang dapat dilakukan sebegai bentuk mengatasi gangguan psikologis FOMO dalam perspektif islam.

  1. Mengurangi penggunaan media sosial yang berlebihan serta membatasi penggunaan smartphone. Penggunaan smartphone dan media sosial yang berlebihan bisa memicu perasaan takut tertinggal suatu informasi yang sedang trending. Seperti yang kita tahu didalam isla, menghabiskan waktu tanpa memberikan manfaat yang baik hanya akan merugikan diri sendiri dan bisa membuat seseorang terlena sehingga wwaktu hanya terbuang sia-sia. Seperti yang dijelaskan dalam Alquran Qs. Al- Ashr waktu adalah sesuatu yang sangat berharga, penting dan bernilai karena waktu tidak akan bisa diulang Kembali, seseorang yang tidak bisa mengatur waktunya ia termasuk pada orang – orang yang tersesat pada kerugian.
  2. Menerima diri sendiri. Seringkali penyebab Fomo adalalah kita sering merasa iri terhadap keadaan orang lain merasa selalu kurang atas pencapaian diri sendiri, sehingga kita menjadi membanding-bandingkan pecapaian diri sendiri dengan orang lain seolah-olah hidup adalah suatu ajang perlombaan, merasa tertinggal ketika orang lain memperoleh suatu pencapaian tertentu. Ketika kitab isa menerima diri sendiri kita akan membuka kesadaran bahwa sebenarnya kita bisa mendapatkan sesuatu berdasarkan potensi dan kualitas diri yang sudah kita usahakan.
  • Meningkatkan rasa Syukur atas rezeki yang diberikan kepada Allah SWT. Orang orang yang merasa bersyukur atas segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya akan merasa lebih tentram dan juga Bahagia. Ketika kitab isa lebih bersyukur atas nikmat Allah swt, justru Allah SWT akan menambah nikmat yang diberikan kepada kita.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *