Ada beberapa tokoh yang bilang FPI dan Ansor 1965 sama. Lalu beredar tulisan di medsos yang mengafirmasi, malah menyinggung Kiai Wahab Chasbullah, juga  masalah membahas Ahmadiyah (bisa jadi maksudnya  FPI  bisa “garang” atas Ahmadiyah).

Mungkin maksud  penyamaan FPI dengan Ansor 1965 adalah sama dalam ketegasan. Walakin, kalau dipikir secara jernih dan diurai lanjut sebenarnya beda, misalnya tegas kepada siapa dan bagaimana memanfestasikan ketegasan itu? Di bawah ini poin-poin singkat untuk melihat beda Ansor 1965 dengan FPI:

  1. Siapa yang dihadapi Ansor pada tahun 1965? Tiada lain adalah orang-orang PKI yang sering membuat resek atas mayoritas muslim waktu itu.
  2. Apakah tokoh Ansor 1965 ada yang memprovokasi untuk melawan pemerintah?
  3. Apakah ada pecinta Ansor 1965 yang mau menggorok dan sering benturan dengan polisi?
  4. Apakah Ansor 1965 berteriak NKRI bersyariah? 
  5. Hal yang pasti Mbah Kiai Wahab Chasbullah dan Ansor 1965 tidak ada yang teriak negara Islam dan kepengen Indonesia  dirubah menjadi negara Islam.
  6. Apakah tokoh Ansor 1965  ada yang memanggil kepala negara dengan plesetan nama hewan?
  7. Apakah ada pengikut Ansor 1965 yang menyebut aparat dengan nama hewan? 
  8. Saat 1965 umat Islam ada yang ikut PKI, tapi justru saat ini  NU terkrikiti karena ada warganya yang ikut FPI
  9. Hasil wawancara saya dengan para tokoh 1965 termasuk eksekutornya, juga berdasar bacaan buku karya Kiai Abdul Muni’m, karya Cak Anam dan tentu buku Tambakberas, bahwa saat 1965  PKI mengancam dan mengintimidasi warga NU, akhirnya terpaksa Ansor bergerak,  saat ini?
  10. Sekilas tentang Ahmadiyah. Kiai Hasyim Asyari, Kiai  Wahab Chasbullah, Kiai Bisri Syansuri, tentu tahu Ahmadiyah dan bahkan kenal dengan tokohnya, tapi bukan menyarankan digepuki. Dawuh Gus Mus, Ahmadiyah sesat, tapi jangan disikat. Gus Mus juga berkata jangan gunakan kekerasan kepada Ahmadiyah. https://www.nu.or.id/post/read/12105/gus-mus-jangan-gunakan-kekerasan-pada-ahmadiyah.  Bagaiamana FPI? https://megapolitan.okezone.com/read/2015/06/12/338/1164508/fpi-bubarkan-salat-jumat-jamaah-ahmadiyah-di-tebet atau https://m.cnnindonesia.com/nasional/20170817065248-20-235311/monas-gereja-dan-segala-kenangan-buruk-tentang-fpi
  11. Dalam majalah MIAI tahun 1940 ada keputusan resmi MIAI, Ahmadiyah ditolak bergabung dengan MIAI. Tiada keputusan untuk menyikatnya. Padahal sebelumnya pada  Majalah Berita NO, No. 2, Thn ke 8 (1938), ada tulisan yang  mengkritik Ahmadiyah.
  12. Kalau menyamakan ketegasan saja tanpa ada rincian tentu bisa saja menyamakan Ansor 1965 dengan Wahabi yang saat awal berkuasa juga tegas dan malah ganas dan tak berperikemanusiaan.

***

Cuplikan sepak terjang Mbah Wahab Chasbullah dan Ansor menghadapi  PKI bisa dibaca di buku “Tambakberas: Menelisik Sejarah, Memetik Uswah”. Mau memiliki hubungi Gus Jabbar Hubbi atau minta dicritoni kepada Gus Wafiyul Ahdi, Ning Ninid Alfatih II atau Mas Heru Najwa juga Gus Syifa’ atau Ning Ida.

***

Terima kasih dengan mas Adung sekjen Ansor atas diskusinya juga kepada Mas Miftakhul Arief Fathh yang telah membantu mencarikan majalah NU kuno.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *