قد مات قوم ومامات فضائلها #

وعاش قوم وهم فى الناس أموات 

Telah meninggal satu kaum (manusia) dan tak pernah mati keutamaannya #

Telah hidup satu kaum (manusia) tetapi di tengah2 manusia mereka adalah mayat

Gus Dur (wali sepuluh) memang telah 11 tahun  meninggalkan kita, namun ternyata terbukti bahwa beliau masih hidup sampai hari ini. Ide, konsep, pemikiran, bahkan sampai humor beliau terus saja menghiasai dunia ini bahkan menjadi inspirasi yang tak lekang oleh zaman. 

Hal itu membuktikan bahwa seseorang yang bermanfaat dan menebar kebaikan kepada siapapun tanpa motif dan tujuan kepentingan pribadi dan dunianya tak pernah habis pahala dan keutamaannya walau sang empunya sudah tiada. Sampai hari ini konon maqom beliau tak kurang dari ratusan juta per bulan hasil dari keihlasan para peziarah yang infaq dan tak pernah sepi. Seseorang yang telah wafat masih mampu memberi kemanfaatan untuk orang banyak, bagaimana dengan kita yang masih hidup ini? Mampukah kita? Apa yang sudah kita berikan untuk masyarakat?

Kebaikan apa yang kita berikan?

Sosok manusia panutan semua ummat tidak hanya di Indonesia namun juga di luar negeri. Patut kiranya bagi kita yang masih hidup untuk meneladaninya dengan terus memgambil kebaikan yang sudah ditorehkan oleh sang wali tersebut. Banyak bahasa dikuasai, berapa literatur yang telah dilahapnya, berapa film dan musik difahaminya, berapa karakter orang telah dimengerti bahkan berapa banyak wali yang menjadi guru beliau…

Sementara pada sisi yang lain, mereka yang tak suka dengan beliau, mereka yang mencaci beliau, mereka yang melengserkan beliau dan yang menghina beliau…apa yang diberikan untuk umat manusia? keutamaan apa yamg sudah ditinggalkan? seberapa manfaat mereka untuk manusia? Kalaupun sudah wafat, apakah bisa seperti sang wali tersebut? Bagaimana nasibnya sekarang? Laa kalam wa laa salam…

Penulis memang bukan orang yang pandai mengambil ilmu dari sang wali, penulis hanyalah satu di antara jutaan manusia pecinta sang wali..walau hanya sedikit yang bisa penulis ikuti dan kembangkan dari pemikiran sang wali, semoga bisa diakui termasuk santrinya sang wali dan tentu abahnya…??

Gus…

Panjenengan sampun sumare..

Panjenengan sampun tindak sowan dzat Yang Maha Kasih

Panjenengan sampun berkumpul bersama para kekasih-Nya

Panjenengan sudah meninggalkan kami semua

Namun…

Saya yakin panjenengan saat ini melihat kami

Kami yang telah rindu akan senyum dan humor panjenengan 

Di sini kami berupaya meneruskan ide2 kemanusian panjenengan 

Tetap menjaga manusia dengan memanusiakan manusia

Walau tertatih-tatih kami copas pemikiran panjenengan 

Tak pernah kami ragu bahwa kami salah jalan 

Karena jalan panjenengan adalah jalan Sang Tauladan

Sejalan dengan Piagam Madinah yang menentramkan

Penuh dengan kedamaian, penghargaan yang lemah, memuliakan semua makhluk Tuhan

Gus..mereka yang dulu membenci panjenengan 

Mereka yang sering menghina panjenengan 

Mereka yang menyakiti panjenengan 

Saat ini telah menemui takdir dan karma nya

Namun terkadang kami tak mampu nderek panjenengan dalam mensikapi mereka

Panjenengan dawuh “gitu saja koq repot”

Namun bagi kami menghadapi mereka kadang memang repot

Kami seringkali belum mampu tersenyum manakala panjenengan dihina

Kami tidak bisa terima jika panjenengan dibuta2kan dan tak bisa apa2 

Tapi kami terus belajar untuk bisa meneladani panjenengan..

Kami yakin panjenengan saat ini telah menikmati amal2 sholeh panjenengan 

Di sana telah ditempatkan pada firdaus a’la

Umat manusia pecinta panjenengan dari agama apapun selalu mendoakan panjenengan..

Ila ruhi sang wali Gus Dur, lahul fatihah..amin..

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *