Sudah banyak orang yang menyaksikan dan mendengarkan kisah-kisah karomah Habib Ja’far Shodiq bin Muhammad bin Hamid Al Kaaf. Makanya banyak orang yang penasaran dan ingin langsung melihat dari dekat tentang karomah dan keajaiban di luar nalar manusia biasa.
Suatu hari, salah satu orang yang cukup akrab dengan Habib Ja’far memijat beliau di ruang tamu. Tentu kebahagiaan yang sangat luar biasa bisa diberikan kesempatan memijat waliyullah. Sambil berbincang dan berdoa ketika dipijat itu.
Kemudian sang pemijat tadi ingin melihat langsung karomah yang dimiliki Habib Ja’far. “Bib, aku kok ora tau diweruhi kramatmu; Habib, saya kok tidak pernah dikasih tau karomahmu” tegasnya pada Habib Ja’far dengan penuh harapan sambil memijat dan ditunjukkan karomahnya.
“Kowe wes seneng aku; kamu sudah cinta saya” jawab Habib Ja’far pada yang memijat tadi.
Jawaban yang singkat ini menjadi sebuah tanda bahwa orang yang sudah cinta dan yakin dengan waliyullah tidak perlu ditunjukkan langsung. Karomah salah satunya ditunjukkan kepada orang yang tidak yakin dan tidak cinta.
“Kramat kui kanggo ngapesno wong seng rak percoyo; (Menunjukkan) karomah itu untuk melemahkan orang yang tidak yakin” pungkas kisah orang yang memijat tadi.
Inilah salah satu kisah tawadlu’nya Habib Ja’far kepada para muhibbin (pecinta cucu Nabi Muhammad), sekaligus menjadi contoh bagi kita semua tentang agar kita dekat dengan semua kalangan sebagaimana Habib Ja’far mengajari kita semua tentang itu.

No responses yet