Oleh: Lucky Muhammad Alfrido
Tahlilan adalah sebuah praktik yang umum dilakukan oleh sebagian masyarakat setelah kehilangan anggota keluarga atau kerabat. Kegiatan ini melibatkan pembacaan kalimat dan doa-doa khusus yang diambil dari Al-Qur’an. Tujuan utamanya adalah mengharapkan pahala dari bacaan tersebut dapat diberikan kepada orang yang telah meninggal. Tahlilan sering kali menjadi bentuk ekspresi dukacita dan doa bagi mereka yang ditinggalkan.
Tahlilan umumnya diadakan dalam rangkaian waktu tertentu setelah meninggalnya seseorang, seperti tujuh hari, hari ke-40, hari ke-100, dan hari ke-1000. Selain itu, Tahlilan juga sering menjadi rutinitas yang dilakukan setiap malam Jumat dan pada malam-malam tertentu lainnya. Praktik ini mencerminkan keinginan untuk terus mengenang dan mendoakan almarhum, serta menyediakan momen penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Bacaan Tahlilan yang dihaturkan untuk mayit, menurut pandangan mayoritas ulama, dianggap diperbolehkan dan pahalanya dapat mencapai almarhum. Dasar pemikiran ini merujuk pada hadis yang terekam dalam riwayat Abu Daud dan beberapa rawi lainnya. Hadis tersebut berbunyi :
عَنْ سَيِّدِنَا مَعْقَلْ بِنْ يَسَارْ رَضِيَ الله عَنْهُ اَنَّ رَسُولَ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ : يس قَلْبُ اْلقُرْانْ لاَ يَقرَؤُهَا رَجُلٌ يُرِيْدُ اللهَ وَالدَّارَ اْلاَخِرَة اِلاَّ غَفَرَ اللهُ لَهُ اِقْرَؤُهَا عَلَى مَوْتَاكُمْ رَوَاهُ اَبُوْ دَاوُدْ, اِبْنُ مَاجَهْ, اَلنِّسَائِى, اَحْمَدْ, اَلْحَكِيْم, اَلْبَغَوِىْ, اِبْنُ اَبِىْ شَيْبَةْ, اَلطَّبْرَانِىْ, اَلْبَيْهَقِىْ, وَابْنُ حِبَان
Artinya: Dari sahabat Ma’qal bin Yasar ra. bahwa Rasulallah saw. bersabda: surat Yasin adalah pokok dari Al-Qur’an, tidak dibaca oleh seseorang yang mengharap ridha Allah kecuali diampuni dosa-dosanya. Bacakanlah surat Yasin kepada orang-orang yang meninggal dunia di antara kalian. (HR. Abu Daud, dll)
Pandangan mayoritas ulama menyatakan bahwa Bacaan Tahlilan yang disajikan sebagai hadiah untuk mayit memperoleh legitimasi dan dianggap sebagai amal yang sah, dengan potensi pahala yang dapat mencapai almarhum. Pembenaran atas praktik ini dapat ditemukan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan berbagai rawi lainnya, di mana hadis tersebut membawa pesan mendalam mengenai keberkahannya. Dalam konteks ini, amalan tahlilan diakui sebagai ekspresi spiritual yang dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi orang yang berdoa, tetapi juga bagi jiwa yang telah meninggalkan dunia ini. Dengan demikian, praktik ini mencerminkan kearifan dan penghargaan terhadap nilai-nilai spiritual dalam memperingati orang yang telah berpulang.

No responses yet