Setiap kewafatan seseorang, memberi rasa kehilangan pada pecintanya. Itu wajar. Tapi apakah orang yang wafat itu benar-benar tiada lagi? Apakah manusia itu benar-benar ditiadakan lewat kematian?

Imam Ghozali menjawab, jika ahli ilmu menyebut bahwa manusia itu tiada lagi atau musnah dari dunia itu cuma formalitas saja. Mereka dawuh berdasarkan apa yang dilihat dan bisa dipahami kebanyakan orang. 

Begitu juga tentang nikmat dan siksa kubur yang diceritakan berupa cahaya yang menentramkan dan api yang menyiksa. Itu semua untuk mempermudah manusia untuk membayangkannya saja. Hakikatnya semua orang itu tidak tahu apa yang akan terjadi di alam kubur atau alam barzah.

Tapi ketidaktahuan kita, bisa sedikit tersingkap kalau kita memperhatikan ayat-ayat Qur’an dan hadits nabawi.

Seperti firman Gusti Allah yang mengabarkan keadaan orang yang mati dalam kebaikan

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ ¤ فَرِحُوْن

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang wafat dalam memegang teguh jalan Gusti Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki dan mereka berbahagia” (Ali Imron 169-170)

Para ulama dawuh, seorang mukmin akan diberi kenikmatan di alam barzah sesuai hobbynya di dunia, sehingga mereka puas dan bahagia di sana. Mereka jadi bahagia di alam barzah, karena kalo di dunia, hobby mereka sering terputus oleh hal lain, seperti makan, minum, urusan toilet, dimarahi istri, ditagih utang dll. Tapi di alam barzah semua itu gak ada, sehingga mereka bisa melakukan hobbynya sepuas-puasnya. Hobby dlm kebaikan tentunya.

Misal di dunia dia ulama yang hobby mengajar dan mengaji, maka saat di alam barzah, mereka akan diberi kenikmatan sesuai hobby mereka di dunia, yaitu mengajar dan mengaji. Yang ngaji pada ulama itu ya macem-macem, mulai bangsa manusia, jin hingga malaikat. Ada yang diberi kenikmatan selalu sujud, karena di dunia hobby sujud. Di dunia hobby dzikir, di sana ya dzikir sepuasnya. Dan lain-lain.

Lalu untuk orang-orang yang mati dalam keburukan, Kanjeng Nabi Muhammad SAW juga memberi isyarat saat selesai pemakaman korban perang Badar dari kalangan orang kafir.

Beliau dawuh pada ahli kubur korban perang Badar yang kafir tersebut.

قد وجدت ما وعدني ربي حقا، فهل وجدتم ما وعد ربكم حقا؟

“Aku benar-benar telah melihat apa yang dijanjikan Tuhanku padaku secara haq itu telah terwujud, apakah berhala-berhala kalian itu telah mewujudkan apa yang telah mereka janjikan pada kalian?”

Para shahabat sempat heran melihat Kanjeng Nabi berbicara pada kuburan, “Duh Kanjeng Nabi, apa mereka bisa menjawab pertanyaan njenengan?”

Kanjeng Nabi SAW dawuh

والذي نفسي بيده، ما أنتم بأسمع لكلامي منهم، لكنهم لا يقدرون على الجواب

“Demi Dzat yang nyawaku di Tangan-Nya, kalian tidak tahu bahwa mereka mendengar perkataanku yang kutujukan pada mereka, tapi mereka tidak punya kuasa untuk menjawab”

Maka bisa ditarik kesimpulan, hakikatnya orang mati itu hidup dan mendengar orang yang masih hidup, entah itu yang mati baik atau yang mati buruk. Jadi orang mati itu hakikatnya masih ada. Namun, siapapun orangnya, yang namanya mati itu digambarkan mengalami kiamat shughro. Sedang kiamat kubro terjadi setelahnya.

Kanjeng Nabi SAW dawuh

الموت هو القيمة، ومن مات فقد قامت قيامته

“Maut itu kiamat, siapa yang mati maka telah mengalami kiamat”

Setiap kiamat ada tanda-tanda. Dan tanda-tanda kiamat shughro telah kita bahas di tulisan yang lalu. Nah, siapa yang menyadari tanda-tanda itu dan bersiap-siap akan kedatangannya, maka bisa diduga orang itu mati dalam kebaikan. Orang baik di dunia juga akan mendapatkan kebaikan di alam barzah bahkan bisa mendengar pembicaraan kita, doa kita dan mengamini doa kita.

Untuk itu, kita kirim Faatihah untuk ulama kita yang telah wafat di tahun lalu, khususnya Habib Ja’far Al Kaff Qudus yang kemarin wafat. Semoga dengan wasilah Fatihah pada mereka, Gusti Allah juga berkenan memberi kita kebaikan seperti yang mereka terima di dunia dan di alam barzah. Lahumul Faatihah.

Mugi manfaat.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *