Setiap hari masalah atau problematika kehidupan datang silih berganti. Tentu, ada yang berhasil dipecahkan ada pula yang menjadi beban hitup seperti musibah, bencana dan bala malapetaka. Manusia sangat terbatas untuk bisa menyelesaikan semua problem-problem hidupnya. Kita butuh pertolongan untuk mengatasi problem yang di luar batas kemampuan mtanusia, yakni pertolongan Allah SWT.
Agar hidup kita selalu ditolong Allah SWT di manapun, kapan pun, dan dalam keadaan bagaimana pun maka kita harus menyempurnakan semampu mungkin minimal lima syarat yang dibutuhkan, yaitu:
Pertama, kita harus berusaha (ikhtiar), secara maksimal sesuai dengan ketentuan-ketentuan hukum sunnatullah dalam kehidupan. Allah SWT berfirman,”… Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.(QS Ar Ra’d : 11). Ayat di atas menegaskan tentang pentingnya keberusahaan (berikhtiar) karena Islam mengajarkan kepada kita agar selalu berusaha dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT semata (tawakal). Artinya, kita tidak boleh bersandar kepada ikhtiar saja,karena kita yakin bahwa hanya Allah yang menjadi sebab segala sebab dan hanya Dia yang dapat memberikan pertolongan dalam segala hal.
Kedua, kita harus istiqomah. Artinya, tetap teguh pendirian dan konsisten dalam berpegang dan mempertahankan keimanan dan keislaman sekalipun menghadapi tantangan dan godaan. Kita tidak boleh tergoyahkan oleh suatu ujian diri dan cobaan menerpa. Suatu ujian datang merupakan bentuk kasih sayang Allah terhadap diri kita dan merupakan alat untuk mengintropeksi diri (muhasabah) serta untuk meningkatkan frekuensi ibadah , nilai-nilai akhlak dan perbuatan yang baik dalam hidup. Disebutkan dalam Al Qur’an surah Al Fushshilat [41] ayat 30-32, bahwa orang-orang yang istiqomah akan selalu dilindungi Allah SWT. Perlindungan Allah itu berupa jaminan untuk mendapatkan kesuksesan dalam hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat.
Ketiga, berserah diri kepada Allah (tawaakal). Hal ini bermakna bahwa kita harus menggantungkan diri hanya kepada Allah dan menyerahkan keputusan segala sesuatunya hanya kepada Allah SWT. Tawakal dilakukan ketika sudah ada ikhtiar / usaha secara maksimal sesuai hukum sunnatullah yang berlaku dalam kehidupan. Bukti nyata adanya pertolongan Allah tersirat dalam kisah Rasulullah SAW dan para sahabat ketika orang-orang mengatakan,”Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka (musuh, kaum kafir ketika itu)”. Maka perkataan itu menambah keimanan mereka (Rasulullah SAW , para sahabat dan orang-orang beriman) dan mereka menjawab : Hasbunallahu wa ni’mal wakiil ni’mal mawla wa ni’mal nashiir.(Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah sebaik-baik pelindung, QS Ali Imran [3]: 173).
Dan setelah Nabi Muhammad SAW beserta sahabat beliau berdoa dengan doa di atas, maka Allah SWT mengabulkan doanya.Hal ini diungkapkan dalam firman-Nya,”Maka mereka kembali dengan membawa nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa. (QS Ali Imran [3]: 174).
Keempat, kita harus sabar. Sabar dimaksud adalah kesabaran menerima apa adanya dari hasil usaha (ikhtiar) maksimal kita yang terus menerus dilakukan tanpa menyerah atau putus asa. Jika usaha gagal atau belum tercapai, maka bersabarlah dan syukurilah kenyataan dan jangan pernah putus asa atas rahmat dan karunia-Nya. Allah SWT berfirman, ”Hai orang-orang yang beriman, minta tolonglah kalian (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,” (QS Al Baqarah [2]: 153). Kelima, kita harus berdoa. Untuk mencapai suatu tujuan yang benar dan sangat kita harapkan, disamping dengan empat syarat di atas, yang terakhir adalah doa. ”Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan permintaanmu itu”. Ayat ini mengandung arti bahwa, tujuan yang ingin kita capai itu mustahil bisa kita wujudkan dengan kekuaan sendiri, kecuali dengan ijin dan kehendak, kekuasaan dan pertolongan Allah SWT

No responses yet