Dawuh Imam Sary As Saqothy pada santrinya, Imam Junaid Al Baghdadi
جعلك الله تعالي صاحب حديث صوفيا ولا جعلك صوفيا صاحب حديث. اشار الى من حصل الحديث والعلم ثم تصوف افلح ومن تصوف قبل العلم خاطر بنفسه.
“Gusti Allah Ta’ala menjadikan terang qolbu ahlu hadits sehingga menjadi seorang ahli tashowwuf (sufi), dan tidak menjadikan ahli tashowwuf bisa menjadi ahli hadits. Dengan hal itu, Gusti Allah berkehendak memberi pemahaman pada kita, bahwa siapa saja yang mencari ilmu melalui urutan jalan memahami hadits dan memahami syariat dulu, baru mempelajari tashowwuf, maka akan mudah memahaminya dan menghasilkan pemahaman yang sempurna. Sebaliknya, barangsiapa yang mempelajari tashowwuf dulu sebelum belajar ilmu syariat, maka hatinya akan terombang-ambing”
Ini terbukti dalam diri para pembesar ahli tashawwuf, sebut saja Imam Ghozali, Imam Junaid, Imam Nawawi, Syaikh Abdul Qadir Al Jilani dan lain-lain. Mereka lebih dulu dikenal ahli hadits, ahli fiqih, ahli ushul, ahli mantiq, dan ahli ilmu alat. Dan pada akhirnya dikenal sebagai seorang ahli ma’rifat (ahli tashowwuf atau sufi).
Tashowwuf itu memang penting agar tidak merasa bosan dalam menjalankan syariat, agar ibadah terasa betul manfaatnya dan agar bersih hatinya dari penyakit hati seperti yang dikehendaki Gusti Allah dan Rasul-Nya. Namun yang namanya Islam, gak bisa nggak, harus dilalui melalui syariat dahulu, mbah. Biar gak ketipu, salah jalan atau malah keluar dari rel Islam. Kita siapkan lahannya lewat syariat, baru kita menemukan inti dengan tashowwuf.
Ini hikmah dari ayat 5 Surat Al Faatihah
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Terlebih dahulu kita harus komitmen menyembah Gusti Allah dengan tata cara yang telah ditentukan (syariat). Baru kemudian kita punya harapan untuk bisa memahami apa yang jadi kehendak Gusti Allah pada kita (hakikat).
Makanya, Mbah Yai Masduqi Mahfudz pernah dawuh, bahwa apa yang disebut ma’rifat dalam ilmu tashowwuf itu adalah memahami dzohir syariat lalu menggali konteksnya melalui tashowwuf. Artinya, harus mengetahui dahulu apa ketetapan syara’ menurut para ahli fiqih secara lengkap, baru menggali dan mencari makna dan hikmahnya melalui mutiara kalam ahli tashowwuf.
Dengan begitu, akan terasa nikmatnya Islam, nikmatnya sholat, nikmatnya puasa, zakat, haji dan semua syariat. Jangan dibalik, biar hatinya gak bingung dan linglung.
Mugi manfaat.
#AyoNyarkub #AyoNgopi

No responses yet