Ibadah tawakal sbg salah satu bentuk ibadah hati, memiliki pengaruh signifikan bagi seseorang dalam menjalani kehidupannya di dunia. Tawakal merupakan bagian ajaran Islam yg sangat penting. Tawakal harus datang dari dalam hati. Tidak hanya keluar dari ucapan atau lisan saja.
Dari segi bahasa, tawakal berasal dari kata “tawakala” yg memiliki arti menyerahkan, mempercayakan dan mewakilkan.
Seseorang yg bertawakal adalah seseorang yg menyerahkan, mempercayakan segala urusannya hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Menurut para ulama
Tawakal menurut Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah (wafat 2 Agustus 855 M, Bagdad, Irak), merupakan aktivitas hati, perbuatan yg dilakukan oleh hati bukan sesuatu yg diucapkan oleh lisan.
Bukan juga sesuatu yg dilakukan oleh anggota tubuh. Tawakal juga bukan merupakan sebuah keilmuan dan pengetahuan. Menurutnya, tawakal bukan hanya berdia diri tanpa usaha, bukan juga kepasrahan tanpa upaya.
TAWAKAL adalah kesejatian hati dalam bersandar kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dalam mengusahakan kebaikan baik dalam urusan dunia maupun akhirat. (Kitab Jami’ul ‘ulum wal hikam, hal. 409, karya al Hafidz Zainuddiin Abul Faraj Abdurahman ibn Syihabuddin Ahmad ibn Rajab ibn Abdurrahman ibn Hasan ibn Muhammad ibn Abil Barakat Mas’ud al Baghdadiy al Dimasyqiy al Hanbaliy atau Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah, 4 November 1335 M Bagdad, Irak – 14 Juli 1393 M, Damaskus, Suriah).
Menurut Sayyid Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Ali al-Husaini al-Jurjani al-Hanafi Al Asy’ari atau Imam Al-Jurjani rahimahullah (wafat 816 H / 1413 M usia 77 tahun) TAWAKAL adalah percaya dgn apa yg ada di sisi Allah subhanahu wa ta’ala, dan memutus harapan dari apa yg ada di tangan manusia. (Kitab At-ta’rifat, hal. 74).
Tawakal kepada Allah subhanahu wa ta’ala berarti kebergantungan hati kepada-Nya. Tentu dalam makna ini, tawakal tidak bertolak belakang dgn sikap usaha atau upaya.
Tiga Kaidah
Ada tiga kaedah dalam memahami keterkaitan antara sikap tawakal dan usaha.
Pertama, tawakal tidak menafikan usaha.
Kedua, usaha tetap harus dilakukan sekecil apapun.
Ketiga, tidakbersandar kepada usaha yg dijalankan, tetapi bersandar kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Tetap melakukan usaha, sambil meyakini bahwa Allah subhanahu wa ta’ala, yg memberikan pengaruh atas usaha tsb.
Buah Tawakal
Beruntunglah siapa yg menghias dirinya dgn tawakal kepada Allah subhanahu wa ta’ala, beribu manfaat akan didapat, baik manfaat yg dirasakan langsung ataupun yg datang kemudian. Apa saja manfaat dan buah dari bertawakal? Diantaranya sebagai berikut:
1. Pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala
2. Terbukanya Pintu Rezeki
3. Kecukupan dan Perlindungan
Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:
وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۥٓ ۚ
“Dan barangsiapa yg bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya”. (QS At Thalaq: 3).
وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا
“Dan bertawakalah kepada Allah. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung”. (QS An Nisa: 81).
Wallahu a’lam
Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi Khadim JAMA’AH SARINYALA
CHANNEL YOUTUBE SARINYALA

No responses yet