Sebuah program acara televisi yang dipandu oleh Syekh `Amr al-Wardani hafizhahullah, menceritakan tentang corak keislaman warga Mesir.
Di situ, beliau melihat budaya Mesir, lalu menyikapi dengan tatanan Syari`ah, apakah budaya itu sesuai dengan ajaran Islam.
Nah, kita contohkan saja, biasanya kita melihat gantungan kunci atau hiasan yang digantung di mobil dsb; berbentuk tangan dengan 5 jari namanyanya “al-khamsah wa khumaisah”..
Dalam masyarakat Mesir.. dipercayai itu sebagai usaha menghindari hasad, `ain dkk
Budaya terun temurun..
Tentu saja, sejak pemikiran Wahabi masuk, membuat sebagaian menganggap itu haram & syirk.
Sebenarnya itu apa sich?
Hanyalah simbol saja, umat Islam tempo dulu sangat menginginkan dirinya berdo`a untuk keselamatan diri. keluarga, harta dsb dengan membaca al-Mu`awwidzatain, yaitu Surah al-Falaq & surah an-Nas, seperti Rasulullah SAW membacakan kedua ayat itu untuk kedua cucu beliau, Sayyiduna al-Hasan & Sayyiduna al-Husain radhiyallahu `anhuma… tapi apa daya, mereka tidak hafal kedua surah itu, akhirnya mereka menggunakan simbol ini, al-khamsah untuk 5 ayat surah al-Falaq & al-khumaisah untuk 5 ayat surah an-Nas.
Rasulullah SAW juga menggunakan simbol, pakai 2 jari beliau yang mulia, telunjuk & tengah untuk menunjukkan bahwa beliau & orang yang merawat anak yatim bagaikan 2 jari itu di surga,
Nah, tentu boleh lah misalnya kalau kita pakai simbol 2 jari digantung di depan rumah yatim dsb.
Simbol merupakan hal yang boleh dipakai, bisa mewakili kata-kata, sebagaimana Allah SWT pernah Memerintahkan Nabi Zakaria `alaihissalam untuk tidak berbicara jecuali pakai “ramz” (simbol atau isyarat).
Kesimpulannya:
Khamsah & khumaisah merupakan salah satu bukti bahwa warga Mesir itu sangat mencintai Allah SWT & Rasul-Nya..
Termasuk dari rahasia cinta sejati adalah membuat hal baru untuk mengungkapkan cinta pada al-Badii` (Yang Maha Membuat yang baru).
~ Faedah dari acara Syekh `Amr al-Wardani hafizhahullah.
__
Nah, mungkin bisa difahami atau dihusnuzhani bahwa orang Jawa yang menggantung pisang di saat pembuatan rumah itu sebagai simbol do`a & harapan semoga rumah yang baru dibangun itu dipenuhi kebutuhan pangan & buah-buahan yang enak.. sebab mungkin mereka g hafal do`a selamat yang berbahasa arab atau kesulitan mengungkapkan dengan kata-kata…
Itulah “Islaamuna bil-Indonesiiy”.. atau sejenis Islam ala Nusantara…
———-
Copas 4 tahun yang lalu

No responses yet