Categories:

Oleh KH Zulfan Syahnsyah At-Tijani 

Segala hal yg kamu ketahui dgn benar, harus tetap diiringi dengan keyakinan bahwa pengetahuanmu itu bisa saja berbeda dgn kebenaran sejati menurut Allah subhanahu wa ta’ala. 

Dengan kesadaran ini, kamu bisa menginsafi dan menerima pengetahuan baru yg bahkan belum pernah terbersit dalam fikiranmu sebelumnya.

المعرفة التي ما فيها جهل؛ هي المعرفة التي ما فيها معرفة.

اختم علمك بالجهل، وإلا هلكت به.

“Kemakrifatan yg di dalamnya terkandung (pengakuan) kebodohan diri merupakan pengetahuan yg berisi kemakrifatan. Akhiri setiap apa yg kamu ketahui dgn keinsafan akan kebodohan diri. Jika tidak, kamu bisa celaka dengan ilmumu”

————–

Dengan kata lain, semakin bertambah pengetahuan, kamu harus semakin sadar akan kebodohanmu. Maka terus mencari dan menambah ilmu menjadi motivasi dan semangatmu setiap saat. 

Itulah kenapa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{وقل رب زدني علما}

“Katakan (Muhammad): Tuhan, tambahkanlah aku ilmu pengetahuan” (QS. Thaha: 114)

Waba’du, yakinlah bahwa di atas langit ada langit. Jangan sekali2 beranggapan bahwa ilmu dan pemahamanmu akan satu hal merupakan sesuatu yg final, hingga setiap kali ada yg berbeda kamu anggap salah. Jangan tuhankan ilmu dan pemahamanmu.

Wallahu a’lam bissawab.

Shared by JAMA’AH SARINYALA

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *