Categories:

Oleh: Rinita Suhendi ( Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamk

Pembicaraan mengenai keluarga memang selalu menarik , Nah jadi gimana sih pendapat kalian mengenai “ Keluarga “ ? Apa sebuah tempat untuk berpulang ? atau keluarga adalah sesuatu yang kalian inginkan adanya setiap waktu ? atau bahkan keluarga adalah tempat paling ternyaman untuk kita ? Nah , jadi keluarga itu adalah sekumpulan orang yang pastinya akan selalu dirindukan oleh sekumpulan orang lainnya dan pastinya tidak ada seorang pun yang tidak akan merindukan keluarganya dan tidak ada seorang pun yang ingin dipisahkan oleh keluarganya. Karena bagaimanapun juga keluarga adalah tempat pertama mereka berkumpul menjadi satu keluarga dan ikatannya pun sangat besar dan kuat. Maka dari itu tidak ada seorang pun yang bisa dipisahkan atau tidak merindukan keluarga mereka sendiri.

Keluarga terbangun dan bisa terjalin hubungan sekaligus kesadaran serta peran orang lain yang begitu dibutuhkan seseorang , peran orang tua terhadap anaknya dan juga sebaliknya, serta peran sesama anggota keluarga lainnya. Peran masing-masing anggota kemudian menjadi harmonis karena antara satu anggota keluarga dan lainnya saling mengisi, saling melengkapi, dan saling menyempurnakan. Kehadiran dan peran keluarga memang begitu penting bagi setiap orang sehingga jika ada seseorang yang sudah cukup dewasa, secara materi sudah lebih dari cukup, peraihan prestasi dan rekor kesuksesannya sudah terpenuhi, bahkan membuat orang lain merasa takjub karena keberhasilannya, dia belum dipandang sempurna jika belum berkeluarga.

Masyarakat Indonesia mempunyai istilah yang beragam terkait dengan keluarga yang ideal. Ada yang menggunakan istilah Keluarga Sakinah, Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah (Keluarga Samara), Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah dan Berkah, Keluarga Maslahah, Keluarga Sejahtera, dan lain­-lain. Organisasi Muhammadiyah menggunakan istilah Keluarga Sakinah yang dipahami sebagai keluarga yang setiap anggotanya senantiasa mengembangkan kemampuan dasar fitrah kemanusiaannya, dalam rangka menjadikan dirinya sendiri sebagai manusia yang memiliki tanggung jawab atas kesejahteraan sesama manusia dan alam, sehingga keluarga tersebut selalu merasa aman, tentram, damai, dan Bahagia. Keluarga bukan hanya sekadar lingkungan fisik, tetapi juga sebagai wadah pertama di mana  anak-anak  mengalami  proses  sosialisasi. Keluarga memiliki peran biologis yang sangat penting dalam masyarakat. Salah satu fungsi utamanya adalah untuk meneruskan keturunan, melibatkan proses kelahiran, perawatan, dan pendidikan anak-anak. Keluarga juga melakukan sosialisasi tentang norma dan nilai masyarakat yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga anak-anak membentuk karakter dan etika. Keluarga berperan dalam mendidik anggotanya dengan menanamkan keterampilan, tingkah laku, dan pengetahuan yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Ini melibatkan persiapan anak-anak untuk kehidupan dewasa,  membantu  mereka  mengembangkan  kemampuan  sosial,  emosional,  dan  intelektual. Fungsi  pendidikan  keluarga  juga  melibatkan  pembentukan  peran  dan  tanggung  jawab  bagi anggota keluarga yang dewasa. Pendidikan agama Islam juga berfungsi dalam keluarga dan masyarakat untuk membentuk  manusia yang percaya dan ketaqwaan kepada Allah SWT agar terciptanya kehidupan yang baik   dalam keluarga dan masyarakat. Biasanya  dalam  keluarga  ditanamkan       nilai-nilai       agama       untuk       membentuk  perilaku  anak.  Oleh  karena  itu,  pendidikan   agama   dalam   keluarga   sangat   diperlukan     untuk     mengetahui     batasan-batasan  baik  dan  buruk  dalam  kehidupan  sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

AS, E., & Dulwahab, E. (2018). Komunikasi Keluarga Perspektif Islam.

Ani, E. (2017). Hubungan Antara Keharmonisan Keluarga Dengan Sikap Disiplin Siswa. Jurnal Paedagogy, 4(2), 42–49.

De Aquino, E. S., Da Silva, L. C., Nascimento, N. S., & Siqueira, N. L. (2019). 済無No Title No Title No Title (Issue 2018).

GUNAWAN, A. (2020). Kasih Fondasi Keluarga Yang Sehat. SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika Dan Praktika, 7(2), 59–80. https://doi.org/10.47596/solagratia.v7i2.95

Harmono. (2017). Asuhan Keperawatan Keluarga.

Oxianus Sabarua, J., & Mornene, I. (2020). Komunikasi Keluarga dalam Membentuk Karakter Anak. International Journal of Elementary Education, 4(1), 83. https://doi.org/10.23887/ijee.v4i1.24322

Pembangunan, J. K., Sari, A., Hubeis, A. V. S., Mangkuprawira, S., & Saleh, D. A. (2010). Pengaruh Pola Komunikasi Keluarga dalam Fungsi Sosialisasi Keluarga terhadap Perkembangan Anak. 08(2).

Rahmadania, S. (2021). PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KELUARGA DAN MASYARAKAT Program Sarjana Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang * Corresponding Author . E-mail : sintarahmadania192609@gmail.com Pendidikan dalam keluarga merupaka. Edumaspul, 5(2), 221–226.

Setyowati, Y. (2013). Pola Komunikasi Keluarga dan Perkembangan Emosi Anak (Studi Kasus Penerapan Pola Komunikasi Keluarga dan Pengaruhnya terhadap Perkembangan Emosi Anak pada Keluarga Jawa). Jurnal ILMU KOMUNIKASI, 2(1), 67–78. https://doi.org/10.24002/jik.v2i1.253

Weli, D., Lake, O., & Saingo, Y. A. (2023). Nilai Pancasila sebagai Dasar Pendidikan Etika Keluarga. 3(1), 1–11.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *