Selama kita masih mau melakukan semua kewajiban syariat, kita harus yakin hal itu karena Gusti Allah yang menghendaki, artinya Dia telah meridhoi kita. Karena tanda Gusti Allah ridho pada kita, menurut Syaikh Al Bouty, kita dikehendaki mau konsisten mengabdi pada-Nya.
Gusti Allah mengisyaratkan
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Gusti Allah ridho terhadap mereka, lalu mereka pun jadi ridho menyembah-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar” (Al Maidah 119)
Jadi, ridho manusia itu diawali ridho Gusti Allah dulu. Jika Gusti Allah berkehendak ridho pada kita, kita pun seketika diberi hati yang senang (ridho) menyembah-Nya. Dan ridho itu gak sembarang orang bisa mendapatkannya. Karena itulah, kalo kita sampai detik ini masih mau sholat, zakat, puasa dan ada kegelisahan kalo sampai ketinggalan, kita harus merasa beruntung karena artinya kita diridhoi. Maka selama kita masih mau melakukan kewajiban, kita harus pede.
Koruptor aja bisa ketawa dada-dada ke kamera padahal mau masuk penjara, mosok orang mengabdi pada Gusti Allah malah merengut terus gara-gara ingat adzab? Padahal dikehendaki masih mau mengabdi itu rahmat Gusti Allah. Dan kita disuruh bergembira dengan rahmat tersebut.
Firman Gusti Allah
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
“Katakanlah Muhammad: karena luasnya anugerah dan rahmat Gusti Allah itulah maka hendaknya kalian berbahagia, Karena rasa gembira itu lebih baik dari harta yg kalian kumpulkan.” (Yunus 58)
Rahmat Gusti Allah itu lebih luas dari adzab-Nya. Mosok yang luas dilupakan, yang diingat-ingat yang gak luas? Kan kurang ajar namanya.
Dawuh Kanjeng Nabi Muhammad SAW
إن من خيار أمتي قوما يضحكون جهرا من سعة رحمة الله عز وجل ويبكون سرا من خوف عذاب الله
“Sesungguhnya termasuk umatku yang terpilih adalah kaum yang tertawa dengan terang-terangan di hadapan manusia sebab lapangnya rahmat Gusti Allah. Dan mereka menangis dengan bersembunyi karena takut siksaan-Nya”
Artinya, orang baik itu menangis sewajarnya saja, yaitu di saat sendiri atau saat bersama orang tertentu yg gak mungkin muncul riya’ saat bersamanya. Karena menangis itu tanda minta simpati, rawan riya’. Dan orang baik lebih sering terlihat ceria di hadapan orang lain karena wajah cerah itu tidak mengundang simpati orang, tapi menginspirasi orang. Cerianya itu karena dia yakin rahmat Gusti Allah itu luas sehingga pikiran itu membangkitkan semangat.
Secara psikologis, menangis itu gunanya untuk melepas beban stress. Sedangkan tertawa itu untuk membangkitkan mood. Sementara, orang lebih butuh banyak amal demi mendapat rahmat. Maka butuh mood yang stabil untuk bisa terus beramal. Maka orang lebih banyak butuh suasana ceria. Lagipula, kebanyakan orang itu lebih sering bersama manusia, jarang sendirian. Makanya, orang baik ya yang sering terlihat ceria.
Maka selama kita masih mau melakukan kewajiban syariat Gusti Allah, kita harus pede. Artinya kita masih dikehendaki mengabdi pada Gusti Allah. Tanda pede itu berwajah ceria dan penuh semangat, walau dompet mirip kopiah. Siapa tau ntar masuk golongan orang yg terbaik dan mendapat rahmat, mbah. Aamiin.

No responses yet