KH. Wahab Chasbullah lahir tahun 1886  (alasan kelahiran 1886 lihat pada buku sumber rujukan). Adapun KH. Ahmad Dahlan lahir 1868. Beliau

sama-sama pernah menjadi murid Syaikh Bakir saat mukim di Makkah. KH. Dahlan pergi haji yang kedua tahun 1902 dan bermukim di Makkah, sedang KH. Wahab berangkat ke Makkah tahun 1909. Jadi mereka sangat mungkin bertemu di Makkah. 

Hal yang jelas, dikisahkan dalam buku Tambakberas,  mereka  bersahabat, sehingga saat kepulangan KH. Wahab dari Makkah, KH. Dahlan menjemput di pelabuhan Surabaya. Lebih dari itu,  adik kandung KH Wahab, yakni KH. Abdurrochim Chasbullah menikah dengan Nyimas Wardliyah yang merupakan keponakan KH. Ahmad Dahlan.

Dua tokoh ini juga pernah berpesan yang intinya sama. KH. Wahab Chasbullah dari riwayat  KH. Afandi Indramayu  berpesan: “Urip-uripono NU, ojok nggolek panguripan ono NU” (Hidupilah NU, jangan mencari penghidupan di NU).

KH. Ahmad Dahlan juga bepesan kepada pengikutnya: “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, dan jangan mencari hidup dalam Muhammadiyah”.

Lahuma al-Fatihah…

Sumber buku:

1. Tambakberas: Menelisik Sejarah, Memetik Uswah

2. Menembus Benteng Tradisi

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *