ويعلم السر وأخفى، ويطلع على هواجس الضمائر وحركات الخواطر وخفيات السرائر

“Gusti Allah senantiasa mengetahui rahasia dan segala sesuatu yang terlembut sekalipun, dan selalu tampak secara jelas bagi-Nya segala sesuatu yang bersifat lintasan di hati, gerakan2 pikiran dan semua halusnya rahasia-rahasia”

Jadi, kalo di batin kita berencana ngumpetin duit dari istri atau diam-diam ngrasani tetangga, itu semua Gusti Allah Maha Tahu. Karena Gusti Allah-lah yang menciptakan hal yang materi dan non materi. Pasti Maha Tahu wolak-waliknya alam hingga yang terlembut dan tersembunyi. Sehingga juga tidak sulit bagi Gusti Allah mengetahui dan menampakkan hal yang tersembunyi (ghoib) di batin dan gak nampak oleh mata awam. 

Kalo sadar begitu, kita harusnya mau menjaga diri dari anasir negatif di hati dan perilaku kita. Karena merasa dilihat Gusti Allah. Kita pun akhirnya merasa lemah, kecil dan bisa tunduk. Bisa bersikap inshof (berimbang), adil dan selalu jujur mengakui kesalahan.

Soal mengetahui hal yg ghoib, ada cerita, mbah. 

Hari Senin, tanggal 21 Ramadhan 1374 H (1954 M), Romo Kyai Mbah Abdul Karim, pendiri Ponpes Lirboyo Kediri yang biasa disebut Mbah Manab, wafat. Saat pemakaman Mbah Manab, yang mentalqin adalah KH. Abdul Wahab Chasbullah Tambakberas Jombang yang biasa disebut Mbah Wahab. Ada kejadian unik saat Mbah Wahab mentalqin Mbah Manab ini.

Saat mentalqin, Mbah Wahab awalnya mentalqin dengan redaksi yang biasa dibaca Modin saat mentalqin mayit. Namun saat di akhir pembacaan talqin, Mbah Wahab menambahi dengan dawuh “Kyai Abdul Karim, menawi malaikat tanglet punopo partai sampeyan, jawab kanti teges partai kulo NU! (Kyai Abdul Karim, jikalau malaikat bertanya apa partaimu, jawab dengan tegas partai saya NU!)”

Mbah Wahab dawuh demikian karena di saat itu suasana politik sedang hangat-hangatnya karena NU akhirnya jadi partai sendiri setelah berpisah dengan Masyumi dan ikut pemilu 1955.

Setelah mentalqin Mbah Manab dengan dawuh demikian, Mbah Wahab tiba-tiba tertawa. Semua hadirin kaget heran bingung, suasana duka kok Mbah Wahab malah tertawa. Tidak ada yang tahu alasan kenapa beliau tetawa saat mentalqin.

Selidik punya selidik, Mbah Wahab akhirnya menjawab soal beliau tertawa saat itu, “Gimana saya gak tertawa, lha tiba-tiba saya dikasih dengar sendiri Mbah Manab menjawab: Lha wong kayak gitu kok ditanyakan!”

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *