Gus Baha pernah membahas tragedi beragama orang 2 serius, ini efeck memahami agama terlalu serius dan khusyuk, jarene Gus Baha, tetapi ini ada benarnya pak Yayi.

Tragedi munculnya Syiah dan khawarij di jaman klasik Krn orang 2 yg khusyuk2, sikap wara’ (hati2) yg berlebihan justru membuat mrka terjatuh dosa bid’ah yang lbh besar.

Kedua efeck mereka meninggalkan dunia tasawuf atau Tazkiyatun nufs dan membenci nya, mrka menjadi fatalistik dalam memahami Agama, agama hanya di lihat satu sisi tok, jihad tok, jadi kejam dan jahat jihadnya, Krn hatinya di buang.

Gus Baha dawuh, Fiqh Tampa tasawuf marai Atos atine, tetapi Tasawuf tompo Fiqh rawan sesat, Iki wes bener pak Yayi 

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ

Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain?

Pokoknya belajar setengah2 marai dholun adholun.

Teringat nasehat ulama

 المجاهد بغير علم شرعي يصبح قاطع طريق، ليس بين قاطع الطريق وبين المجاهد إلاّ العلم

Seorang mujahid tanpa ilmu itu koyo begal, tidak ada perbedaan antara Mujahidin dan begal kecuali ilmu.

Lah Saiki modal semangat tp g belajar agama, g memahami ilmu Dien yang baik, Yo rusak jihadnya.

Lalu kata ulama tersebut dawuh

لأنك تقدم على دماء ، تقدم على أعراض،تقدم على أموال ، فلابد أن تعرف حكم الله فيها

Karena kamu (wahai Mujahid) terdepan dlm urusan darah, terdepan dlm urusan kehormatan diri, terdepan dalam urusan harta, maka kamu harus memahami hukum2 syariat Alloh didalamnya.

Waallahu alam

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *