Categories:

Oleh: Wildan Riski (mahasiswa Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Jakarta)

Sebagai seorang Muslim, mengerjakan ibadah sholat lima waktu adalah kewajiban utama yang tidak boleh ditinggalkan sama sekali. Ibadah sholat juga menjadi salah satu rukun islam dan dianggap sebagai pondasi dalam agama Islam.

Namun, kita juga tidak boleh hanya terpaku pada sholat wajib lima waktu saja. Ada ibadah sholat sunnah lain yang mestinya juga kita amalkan. Hal ini tidak terlepas dari besarnya manfaat dan keutamaan yang bisa kita dapatkan dari sholat sunnah tersebut.

Salah satu sholat sunnah yang sangat dianjurkan adalah sholat sunnah qobliyah subuh. Sholat sunnah qobliyah subuh termasuk dalam sholat sunnah rawatib, dan dikerjakan sebelum melaksanakan sholat subuh.

Sholat qobliyah subuh ini memiliki keistimewaan tersendiri, karena Rasulullah SAW juga selalu menjaga amalan sunnah yang satu ini.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menjaga shalat sunnah yang lebih daripada menjaga shalat sunnah dua raka’at sebelum Shubuh” (HR. Muslim).

BACAAN NIAT SHOLAT QOBLIYAH SUBUH.

Niat merupakan landasan dasar dalam setiap menjalankan aktivitas. Begitu juga dengan sholat. Niat sholat qobliyah subuh bisa Anda ucapkan sesuai dengan bacaan niat berikut:

“Ushalli sunnatash-shubhi rak’ataini qabliyyatal lillahi ta’ala.”

Artinya:

“Aku niat shalat sunah sebelum Subuh dua rakaat karena Allah Taala.”

Bisa juga dengan niat shalat fajar sebagai berikut:

“Usholli sunnatas shubhi rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.”

Artinya:

“Saya niat shalat sunnah subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Untuk tata cara pengerjaan sholat qobliyah subuh, serupa dengan saat kita melaksanakan sholat subuh

KEUTAMAN SHOLAT QOBLIYAH SUBBUH

Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya

Keutamaan sholat qobliyah subuh ini juga tertuang dalam hadits dari ‘Aisyah, di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

“Dua raka’at fajar (sholat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim).

Mengikuti Teladan Rasulullah

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu diam antara adzannya muadzin hingga shalat Shubuh. Sebelum shalat Shubuh dimulai, beliau dahului dengan dua raka’at ringan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Menutup Kekurangan Sholat Wajib

Untuk menutup kekurangan tersebut, dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya amalan yang pertama kali akan diperhitungkan dari manusia pada hari kiamat dari amalan-amalan mereka adalah shalat. Kemudian Allah Ta’ala mengatakan pada malaikatnya dan Dia lebih Mengetahui segala sesuatu, “Lihatlah kalian pada shalat hamba-Ku, apakah sempurna ataukah memiliki kekurangan? Jika shalatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun, jika shalatnya terdapat beberapa kekurangan, maka lihatlah kalian apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah? Jika ia memiliki shalat sunnah, maka sempurnakanlah pahala bagi hamba-Ku dikarenakan shalat sunnah yang ia lakukan. Kemudian amalan-amalan lainnya hampir sama seperti itu.” (HR. Abu Daud).

Balasan Rumah di Surga

 Keutamaan ini dijelaskan dalam hadits yang disampaikan dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, Istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia berkata,

“Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Seorang hamba yang muslim melakukan shalat sunnah yang bukan wajib, karena Allah, (sebanyak) dua belas rakaat dalam setiap hari, Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah (istana) di surga.” (Kemudian) Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha berkata, “Setelah aku mendengar hadits ini aku tidak pernah meninggalkan shalat-shalat tersebut.” (HR. Muslim).

.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *