Semenjak 2006 saya berwirausaha di Jakarta, dengan mendirikan PT.Fikruna Center, berkantor di Graha Satria, Jalan Rs.fatmawati Jakarta selatan, sebuah perusahan konsultan pendidikan luar negeri, dan 2008 mulai ekspansi kebidang lain dengan mendirikan PT.Global Overseas Grup Company yang membawahi 4 anak perusahaan, yaitu PT.Global education (konsultan pendidikan), PT.Global Tours and Travel (travel), PT. Global Media ( Percetakan dan penerbitan) dan PT.Global Trading, kantorpun bertambah yaitu di Jalan Margonda Raya Depok dan Metro Trade Center (MTC) Bandung, tentu saja dengan 3 kantor dan 4 bidang yang berbeda membuat kesibukan super tidak terelakan lagi.

Namun tanpa di duga di tahun 2010 saya mendapatkan SK dari PBNU untuk berkhidmah di PBNU sebagai Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiah (asosiasi pondok pesantren se-indonesia), tentu ini tidak nyambung dengan profesi saya, yang sehari-hari ngurus perusahaan ujug-ujug di beri kepercayaan untuk ngurusi asosiasi pesantren se-indonesia, apalagi sebelumnya saya tidak pernah bersentuhan dengan ormas NU baik di tingkat pengurus cabang ataupun wilayah, saya bersentuhan dengan organisasi NU justru ketika masih menjadi Mahasiswa di universitas al azhar mesir, saat itu saya aktif di Keluarga Mahasiswa Nahdaatul Ulama ( KMNU) Mesir. Namun sebagai “santri abadi” saya akan manut apapun titah poro kyai sepuh, apalagi SK tersebut di tandatangani Kyai said aqil, yang merupakan putra dari guru saya (kyai aqiel), dan juga di tandatangi kyai sahal mahfudz sebagai Rais AM PBNU saat itu.

Semenjak itulah saya khidmah di PBNU secara totaliti, pagi ngurus perusahaan dan siang ngantor ke PP RMI, bahkan sering kali harus ngikuti berbagai kegiatan di luar kota, baik audiensi, seminar, simposium, maupun kunjungan ke berbagai pesantren di Indonesia, yang mengharuskan saya ngontrol perusahaan dari jarak jauh. pergumulan saya dengan dunia pesantren inilah yang telah menginspirasi, memotivasi dan menguatkan tekad saya untuk mendirikan pesantren juga, dan akhirnya pada 2013 saya mendirikan pesantren bina insan mulia, maka tidak mengherankan jika saat ini pesantren bina insan mulia menjadi pesantren perpaduan dari berbagai sistem, kurikulum, metode, dan model pesantren di Indonesia, dengan menggabungkan berbagai keunggulannya, inilah buah pengetahuan dan wawasan saya selama di PP RMI.

Ala kulli hal, yang ingin saya sampaikan disini ” pesantren bina insan mulia itu berkah dari khidmah di NU dan manut kyai”, secara syariat, jika tanpa khidmah di NU dan manut kyai, makan tidak akan ada pesantren Bina Insan mulia.

Selamat Harlah NU ke 95.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *