Tarim, 50 Tahun lalu, pemerintahan komunis dibawah naungan Rusia berkuasa tatkala itu.
Madrasah-madrasah ditutup, pengajian agama dilarang, Ulama dan Habaib disakiti, disiksa, dipenjara dan dibunuh. jalanan Tarim dipenuhi tulisan :
“Tidak Ada Tuhan..!!.. Hidup Adlh Materi..!!
Banyak ulama yg memilih diam, tak sedikit juga yg memilih hijrah ke luar Hadhramaut. Tapi tdk dgn Habib Muhammad Bin Salim, Ayah Habib Umar yg menjadi Mufti Tarim di waktu itu. beliau bersikukuh untuk tetap mengajar, berdakwah dan memperjuangkan Syariat Rasululullah Saw..
Pernah ketika beliau haji, salah satu ulama mekkah berkata padanya :
“Wahai Habib..janganlah engkau kembali ke Tarim,Tinggallah bersama kami disini, mengajarlah disini,Tarim sudah tidak aman lagi bagimu, kami khawatir akan keselamatanmu”
Habib Muhammad menjawab :
“Engkau tahu ?dulu para sahabat keluar dari madinah keseluruh penjuru bumi untuk mencari “kesyahidan”. sedangkan skrng, “kesyahidan” datang sendiri kpdku di Tarim, apakah kau pikir aku akan lari darinya?jika aku tinggalkan Tarim, siapa yg akan memperjuangkan dakwah di Tarim nanti?”
Tepat Di hari jumat,29 Dzulhijjah 1392 H, beliau Diculik dan dibunuh oleh pemerintahan komunis. Habib Umar yg saat itu berusia 9 Thn menangis kebingungan mencari sang ayah,tetapi percuma, Jasad beliau tak pernah ditemukan sampai saat ini,.
Mereka kira.. Mereka telah berhasil melenyapkan cahaya islam dgn membunuh beliau..
Tapi mereka keliru..
Apa yg mereka lakukan justru adalah awal dari menyebarnya cahayaTarim keseluruh penjuru dunia..
Mereka sama sekali Tak pernah bisa membunuh niat tulus dan cita-cita agung Habib Muhammad untuk menyebarkan cahaya Rasulullah Saw diseluruh muka bumi..
“Mereka berusaha memadamkan Cahaya Allah,Tapi Allah Akan selalu menyempurnakan Cahaya-Nya,walaupun orang-orang kafir tdk menyukai”(Qs-As Shof )
Kini..di tahun 1438 H,46 thn setelah “kesyahidan” beliau Tarim y dulu hanyalah kota kecil di pelosok Hadhramaut telah menjadi salah satu kiblat bagi pelajar-pelajar muslim dari seluruh dunia,
Mereka datang dari indonesia,Thailand,Afrika,inggris,amerika,china,jerman,australia,dan negara-negara lainnya untuk menimba ilmu Dari kedua putra beliau dan ulama-ulama lainnya,sebuah “fenomena” yg tak pernah dikenal Tarim sebelumnya,.
Ketulusan,Jerih payah,lelah letih,air mata dan pengorbanan Habib Muhammad tak pernah terbuang sia-sia,..
Rahimakallah Ya sayyidi.. Barokah dakwah dan perjuanganmu masih dapat kami rasakan manisnya hingga detik ini..
Memperingati Tahun Baru 1438 H, HUT Darul Musthofa ke 20 serta mengenang “perjuangan” dakwah Habib Muhammad Bin Salim Bin Hafidz.
- Tarim,1 Muharrom 1438 H

No responses yet