Seperti tulisan kemarin, orang yang sholat, walau gak khusyuk, itu tetep punya karomah tersendiri.
Ada seorang laki-laki datang pada Imam Hambali. Dia mengadukan barang bernilainya yang hilang pada Imam Hambali. Orang ini bermaksud minta amalan biar barangnya ketemu.
Imam Hambali pun dawuh pada orang itu, “Lakukan sholat, usahakan untuk khusyuk!”
Orang tersebut pun sempat bingung. Kok amalannya cuma sholat? Tapi walau bingung, dia lakukan saja perintah Imam Hambali. Dawuh orang keramat, jee.
Gak lama kemudian, orang itu balik lagi ke Imam Hambali. Dia mengabarkan kalo barangnya udah ketemu. Pas dia sholat, tiba-tiba dia ingat kalo dia taruh barangnya di satu tempat. Dan setelah sholat, dia cari, ketemulah barangnya.
Tapi ada satu pertanyaan yang menggelayut orang itu, “Kok bisa sholat itu jadi solusi masalah saya, yaa Imam?”
Imam Hambali, “Itu karena ada setan yang menutupi ingatanmu, dan pas sholat ingatanmu dibuka setan untuk merusak kekhusyukan sholatmu, maka tidak heran akhirnya sholatmu jadi kepikiran barangmu,”
Nah, inilah karomahnya sholat. Ini bukan sekedar karena perintah Imam Hambali. Tapi memang orang sholat itu punya karomah tersendiri. Walau sholatnya gak bisa khusyuk. Setan pun ketipu dan kalah dengan karomah sholat kita.
Ada lagi sebuah keluarga yang terkenal baik di lingkungan, tapi internalnya buruk. Suami istri tengkar terus, anak bandel, harta ilang gak jelas. Usut punya usut, keluarga ini ngaku Islam tapi jarang sholat. Maka mereka pun dianjurkan sholat. Tiap kali sholat, lakukan berjamaah satu keluarga.
Dan mereka pun bersedia melakukannya. Berangsur-angsur kehidupan keluarga itu membaik. Dan secara logika, gak mungkin tiap sholat, mereka khusyuk. Pasti banyak gak khusyuknya. Tapi itu karena karomahnya sholat dan berjamaah. Kehidupan mereka pun diperbaiki oleh Gusti Allah.
Jadi gak usah khawatir kalo sholat kita gak khusyuk. Pokoknya sholat, insya Allah kehidupan kita diperbaiki Gusti Allah.

No responses yet