Categories:

Oleh: Roro Niken Putri Syawalika (Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA)

Dalam kehidupan berkeluarga pastinya tidak akan terlepas dalam melakukan kegiatan komunikasi, karena komunikasi adalah alat untuk menciptakan kerukunan dan keharmonisan dalam berkeluarga, tanpa adanya komunikasi pasti dapat membuat banyak kesalahpahaman terjadi dan pada akhirnya akan timbul ketidakrukunan, maka dari itu komunikasi sangat penting dalam menjalani kehidupan berkeluarga agar ketidakrukunan dan ketidakharmonisan dalam berumah tangga tidak terjadi.

Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan dari pihak satu kepada pihak lain sehingga pesan tersebut dapat dipahami. Komunikasi sangat penting sebagai media penyampaian pesan yang dipikirkan dan dirasakan antar anggota keluarga. Membangun komunikasi yang baik dalam keluarga dapat menciptakan keharmonisan serta ketentraman.

Arti keluarga menurut KBBI adalah orang yang memiliki hubungan darah, hubungan kekerabatan yang mendasar pada masyarakat, terdiri dari ayah sebagai kepala rumah tangga, ibu, dan anak. Sedangkan arti keluarga menurut konsep Islam mengutip dalam buku Bimbingan dan Konseling dalam Islam (2001) oleh Aunur Rahim Faqih (2001) keluarga adalah satu hubungan antara laki-laki dan perempuan melalui akad nikah menurut ajaran Islam. Dengan adanya ikatan akad pernikahan tersebut dimaksudkan anak dan keturunan yang dihasilkan menjadi sah secara hukum agama.

Berdasarkan kaidah bahasa Indonesia, sakinah mempunyai arti kedamaian, ketentraman, ketenangan, kebahagiaan. Jadi keluarga sakinah mengandung makna keluarga yang diliputi rasa damai, tentram, dan kebahagiaan yang mengelilinginya. Keluarga sakinah adalah kondisi yang sangat ideal dalam kehidupan keluarga.

Mengutip dari Al-Irsyad Al-Nafs, Jurnal Bimbingan Penyuluhan berjudul Membangun Keluarga Sakinah (2019) kajian oleh Sofyan Basir (2019) mendefinisikan keluarga sakinah ialah kondisi sebuah keluarga yang sangat ideal yang terbentuk berlandaskan Al-Quran dan Sunnah untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. 

Dalam membangun keluarga sakinah tentunya dibutuhkan komunikasi yang terjalin baik antara sesama anggota keluarga, komunikasi hendaknya dibangun dengan komunikasi terbuka dan menciptakan pesan optimistik dengan menyampaikan pesan-pesan yang dapat membangkitkan semangat dan motivasi antar sesama anggota keluarga.

Mengutip dari Rausyan Fikr jurnal Pemikiran dan Pencerahan berjudul Karakteristik Keluarga Sakinah Dalam Islam (2018) menurut Chadijah (2018) keluarga sangat besar pengaruh dan peranannya dalam mewujudkan komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak, terutama peran ayah (suami). Dalam keluarga sakinah, seorang ayah adalah ia yang mempu mewujudkan suasana keluarga yang harmonis dan komunikatif, sehingga tercipta komunikasi yang dialogis antara orang tua dan anak.

Mengutip dalam buku berjudul Keluarga Sakinah: Tinjauan Psikologi dan Agama (1995)menurut Hasan Basri (1995) komunikasi dalam keluarga memiliki beberapa fungsi. Pertama, sarana untuk mengungkapkan kasih sayang; kedua, media untuk menyatakan penerimaan atau penolakan atas pendapat yang disampaikan; ketiga, sarana untuk menambah keakraban hubungan sesama anggota keluarga; dan keempat, menjadi barometer bagi baik-buruknya kegiatan komunikasi dalam sebuah keluarga.

Fungsi komunikasi tersebut nantinya akan membentuk keluarga yang dapat saling mengungkapkan rasa kasih sayang ke sesama anggota keluarga tanpa harus merasa gengsi dan malu, dapat terbuka dengan hal yang mereka setujui atau mereka tidak setujui tanpa harus merasa ragu bahwa pendapat mereka nantinya akan di hakimi, lalu menambah keakraban hubungan antar anggota keluarga karena dapat saling mengungkapkan apa yang ingin diungkapkan dan dirasakan, serta menjadi barometer baik-buruknya kegiatan komunikasi yang dilakukan.

Dengan demikian komunikasi yang baik akan membawa dampak baik pula kepada sesama anggota keluarga, membangun hubungan yang baik, sehingga akan memperoleh manfaat yang luas dalam kehidupan berkeluarga, seperti keutuhan keluarga, rasa kasih sayang, tanggung jawab yang semakin bertambah besar, memiliki rasa empati satu sama lain, dapat saling mempercayai, dan tidak saling menghakimi dalam berkomunikasi, lalu pada akhirnya komunikasi dapat membangun keluarga yang sakinah.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *