LAWAN NU BUKAN WAHABI

19
406

Oleh : Ah. Khoirul Anam

Tangerang Selatan, Jaringansantri.com – 31 Januari 1926, NU didirikan sebagai respon terhadap kondisi internasional yakni bubarnya kekhiafahan Turki dan kemenangan “rezim Wahabi” di Tanah Hejaz (Makkah Madinah).

Tapi sejarah telah berubah. Negara-negara (nation-state) muslim telah berdiri dengan kekhasan masing-masing. Dunia Muslim berkembang cukup dinamis. Kelompok Wahabi juga terus berproses, bermetamorfosa. Syahdan, beberap organisasi muslim transnasional bertumbuh, dan berkembang di Indonesia.

Judul provokatif (belajar meniru gaya orang) di atas bisa di tambah kata “hanya”: Musuh NU bukan hanya Wahabi. Maksudnya, tidak perlu membayangkan NU seperti 93 tahun yang lalu.

Terlalu menyederhanakan masalah atau gebyah uyah itu tidak positif. Pemetaan masalah harus jelas. Pemahaman terhadap kondisi terkini juga harus clear.

Lawan NU tidak hanya Wahabi, lantas apa lawan NU banyak ? Iya. Tetapi tidak lantas menyusun barisan lawan di papan tulis untuk dihadapi sekaligus. Ini tidak baik, dan bisa dikategorikan sombong.

Yang perlu dilakukan adalah distribusi peran. Kelebihan orang NU adalah gampang sekali berkumpul. Tapi ini sekaligus bisa menjadi kelemahan. Seperti buah durian atau mangga di rumah kita yang bergerombol tapi ada di bagian sisi jalan, awasss itu mudah digerpol dan diambil orang sekaligus saat kita terlelap.

Distribusi peran ini juga menjadi sangat penting dalam konteks persaingan di tingkat nasioal. Selain faktor internasional di atas, NU juga didirikan sebagai bagian dari pergerakan nasional sebelum era kemerdekaan.

Sekarang, kondisi sudah berubah. Sebaran SDM atau “kader” juga banyak di berbagai lini. Sesekalilah berkumpul di rumah induk untuk tahlilan, mendengarkan siraman spiritual dari para kiai kampung, minum kopi dan tertawa bersama. Ini perlu. Tapi setelah itu fokuslah pada bidang garapan masing-masing.

Dalam konteks lawan-melawan, atau persaingan, NU tidak selalu harus mencari perbedaan. Ada waktunya untuk bersama dengan elemen lain. Kapan waktunya bersinergi, kapan waktunya bersaing (berfastabiqul khoirot) harus jelas.

Selamat #HarlahNU ke-93. Harlah NU zaman now.

19 KOMENTAR

  1. Generally I don’t learn article on blogs,
    but I would like to say that this write-up very pressured me to check out
    and do so! Your writing taste has been surprised me.
    Thanks, quite great article.

  2. You are so awesome! I don’t suppose I’ve truly read through something like this before.
    So great to find another person with some unique thoughts
    on this subject matter. Really.. thank you for starting this
    up. This website is one thing that is required on the internet, someone with a
    little originality!

  3. Hello there! This is my 1st comment here so I just wanted to give a quick shout out and say
    I genuinely enjoy reading through your articles.
    Can you suggest any other blogs/websites/forums that go over the same topics?
    Thanks for your time!

  4. Yesterday, while I was at work, my sister stole my iPad and tested to see if it can survive
    a thirty foot drop, just so she can be a youtube sensation. My iPad is now broken and she has 83 views.
    I know this is totally off topic but I had to share it with someone!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here