Seperti diketahui bahwa pujian itu terbagi menjadi empat, yaitu:
1. Pujian ALLOH terhadap diri-Nya sendiri. Diistilahkan dengan Hamdul Qodim Alal Qodim. Seperti pada:
الحمد لله رب العالمين.
2. Pujian hamba kepada sesama hamba. Atau diistilahkan dengan Hamdul Hadist Alal Hadist. Seperti pada:
زيد أكرم مني
3. Pujian ALLOH kepada makhluk ciptaan-Nya. Hamdul Qodim Alal Hadist. Seperti pada:
وإنك لعلى خلق عظيم.
4. Pujian hamba kepada ALLOH. Diistilahkan dengan Hamdul Hadist Alal Qodim. Seperti pada:
الحمد لله الذي صدقنا وعده وأورثنا الأرض.
Untuk memudahkan dalam menghafal, maka kita gunakan rumus:
Atas-Atas.
Bawah-Bawah.
Atas-Bawah.
Bawah-Atas.
Atau dengan bahasa Jawa:
Nduwur-Nduwur.
Ngisor-Ngisor.
Nduwur-Ngisor.
Ngisor-Nduwur.
Rumus itu saya dapatkan dari seorang guru yang mengajar pada tingkat tsanawi saat Kanthongumur mengaji sehari semalam di Pondok Pesantren Lirboyo pada tahun 2017.
Waktu itu pada bulan Syawwal Kanthongumur berkeliling tempat-tempat yang diceritakan oleh Syaikhona Maimoen Zubair. Atau istilahnya “Napak Tilas”.
Alhamdulillah. Walaupun hanya satu kali pertemuan saja saya mengaji kepada ustadz tersebut, tetapi hadiah Fatihah selalu terkirim untuk guru-guru dan Masyayikh tempat Kanthongumur menimba ilmu walaupun hanya sehari semalam.

No responses yet