Oleh
Umirna Fisabilih
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Kehidupan manusia modern saat ini penuh dengan perkembangan yang begitu pesat, mobilitas dan penyesuaian trend. Kehidupan manusia memang dipenuhi permasalahan. Tidak heran juga akhirnya muncul berbagai permasalahan hidup baik personal maupun sosial yang menyebabkan terganggunya kesehatan mental yang tinggi di masyarakat.
Diakibatkan karena berbagai ekspektasi yang tidak sesuai dengan realitas. Kesehatan seseorang dilihat dari kondisi fisik dan kondisi psikologisnya, jika sudah terpenuhi keduanya dapat dipastikan seseorang tersebut sehat seutuhnya.
Setiap hamba pasti diberikan permasalahan hidup oleh Allah SWT. Allah SWT memberikan masalah tidak pandang bulu kepada setiap hambanya, baik itu yang memiliki pangkat, jabatan, kaya, miskin, bahkan rasulullah SAW sekalipun diberikan permasalahan hidup yang luar biasa oleh Allah.
Tidak sedikit orang yang mengeluh terhadap masalah tersebut, seakan permasalahan tersebut tiada hentinya. Permasalahan dalam hidup tentunya akan mengganggu kesehatan mental dan psikologis orang tersebut. Tetapi dalam islam kita tidak boleh menyerah dan berputus asa begitu saja, banyak sekali pertolongan dan jalan keluar yang akan diberikan Allah setelah datangnya masalah tersebut.
Kita sebagai muslim dianjurkan untuk mengadu kepada Allah SWT seberat apapun permasalahan yang dialami dalam hidup, tidak ada penolong selain Allah SWT. Dzikir merupakan salah satu terapi dalam psikologi yang membuat seseorang menjadi rileks dan membuat hati menjadi tenang. (Aliasan, 2019).
Dzikir membantu individu yakin bahwa semua konflik atau permasalahan hidup dapat dihadapi dengan baik dengan bantuan Allah SWT.
Ibadah Sunnah Dzikir
Menurut Al-Ghazali, dzikir secara etimologi adalah mengingat, sedangkan menurut terminologi yaitu ikhtiar sungguh-sunguh untuk mengalihkan gagasan, pikiran dan perhatian manusia menuju tuhan dan akhirat (Ilyas, 2017). Jadi dapat disimpulkan bahwa dzikir adalah semua aktivitas yang bertujuan untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah. Dzikir dapat diaplikasikan dalam kehidupan, contohnya ketika ingin bekerja teringat Allah dengan mengingat Allah. Maka, kita dalam bekerja akan selalu akan berpikir bahwa Allah meridhoi pekerjaan kita, pekerjaan kita menjadi lebih barakah. Saat seseorang sudah membiasakan berdzikir dalam keseharianya ia merasa dirinya dekat dengan Allah, berada dalam perlindunganya.
Menurut para sufi untuk dapat menghidupkan dan mematikan hati yaitu dengan berdzikir. Dzikir diibaratkan bagaikan pohon kayu, semakin kuat akarnya maka pohon kayu itupun semakin kuat dan kokoh, tinggi dan rindang, sehingga menghasilkan buah yang banyak. Demikian juga halnya dengan dzikir, semakin kuat dzikirnya seseorang maka semakin kokoh keyakinanya kepada Allah (Faisal, 2017). Berdzikir dapat dilakukan dimana saja, gratis, dalam kondisi apapun, baik di waktu pagi, siang, sore, ataupun malam. Banyak sekali ayat dan hadis yang menjelaskan tentang perintah dzikir. Ini menunjukan betapa pentingnya dzikir dalam kehidupan keseharian serta betapa wajibnya untuk dilaksanakan oleh seluruh umat islam.
Metode Berdzikir
Menurut (Sucinindyasputeri, 2017) para ulama sufi telah mengklasifikasikan metode berdzikir yang terbagi menjadi dua, di antaranya sebagai berikut:
- Berdzikir dengan Lidah (Zikir Lidah)
Metode ini digunakan oleh banyak tarekat, zikir tersebut terdiri dari lafadz yang murakkab (tersusun dari dua kalimat) seperti: laailaaha illa Allah. Tetapi metode ini tidak dapat diterapkan dalam kehidupan keseharian, karena akan mengakibatkan masalah besar, seperti: terganggunya orang lain dalam beribadah, namun dzikir ini sangat dianjurkan bagi orang dewasa maupun anak-anak yang belum mampu berdzikir dengan hatinya. - Berdzikir dengan Hati (Dzikir Hati)
Tempat bersemayamnya iman, hidayah, dan terpancarnya rahasia ilahi adalah hati. Kegiatan ibadah fisik tidak akan bernilai jika tidak dibarengi niat ikhlas karena Allah SWT. Keutamaan berdzikir dengan hati yaitu menghilangkan sifat ria, agar orang lain tidak mengetahui tentang dzikir yang sudah diterapkan, sebab dzikir hati tersembunyi dalam hati dan dianjurkan sewaktu berdzikir dalam keadaan konssentrasi penuh mengingat Allah. Saat kegiatan dzikir dimulai, sepatutnya dalam keadaan rendah diri atau disebut dengan khudu’ (lembut) dan khusyu’ karena inilah adab dalam berdzikir. Hadis lain Rasulullah menjelaskan pula keutamaan dzikir hati (dzikir yang tidak dapat didengar oleh malaikat al-hafadhah, itu lebih tinggi derajatnya tujuh puluh derajat apabila dibandingkan dengan dzikir lidah (dzikir yang dapat didengar oleh malaikat al-hafadhah).
Manfaat Psikologis Dzikir
Dzikir termasuk ibadah sunnah yang mudah serta ringan dilakukan dimana saja, yang membedakan ibadah dzikir dengan ibadah lainnya, dzikir dilakukan tanpa adanya aturan-aturan tertentu. Dzikir memang memiliki manfaat serta pengaruh yang bermanfaat bagi psikologis seseorang.
Dzikir memiliki manfaat psikologis yaitu memberikan rasa nyaman. Memang dengan mengingat Allah hati kita akan menjadi tenang, mengingat Allah juga akan menimbulkan ketentraman dan kedamaian. Dengan mengingat Allah dalam kondisi baik ataupun buruk sekalipun, contohnya stres, dan cemas.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan terhadap pasien yang akan melaksanakan operasi dijelaskan bahwa pasien yang melakukan zikir dalam bentuk, tahlil, takbir, tahmid, istighfar, sebagian tidak mengalami kecemasan dan sebagian lagi mengalami kecemasan ringan.
Dapat disimpulkan bahwa semakin meyakinkan kita bahwa dzikir dapat menjadi terapi saat mengalami kecemasan (Aliasan, 2019). Sedangkan penelitian terkait penurunan stres yang dilakukan oleh Anggraini dan Subandi bahwa zikir mampu menurunkan gejala stres dan gejala keseringan stres pada wanita single parent dan dzikir dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap tingkat stres penderita hipertensi esesnsial.
Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa dzikir adalah ibadah sunnah dengan menyebut nama Allah di kondisi apapun, baik dalam keadaan baik maupun buruk sekalipun. Ibadah dzikir bertujuan untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Metode dzikir ada dua macam, diantaranya dzikir lidah dan dzikir hati. Keduanya sama-sama mendatangkan pahala bagi yang mengerjakanya, hanya saja dzikir hati memiliki keutamaan yang lebih tinggi dibanding dzikir lidah.
Tanpa kita sadari dzikir memiliki beberapa manfaat bagi psikologis, yaitu memberikan rasa nyaman, menjadi tenang, mengingat Allah juga akan menimbulkan ketentraman dan kedamaian. Pada beberpa penelitian membuktikan bahwa dzikir adalah terapi yang dapat mengurangi kecemasan dan stres.
Referensi
Sucinindyasputeri, R. (2017). Pengaruh terapi zikir terhadap penurunan stres pada mahasiswa magister profesi psikologi. INQUIRY: Jurnal Ilmiah Psikologi, 8(1), 30-41.
Aliasan, A. (2019). PENGARUH DZIKIR TERHADAP PSIKOLGIS MUSLIM. Yonetim: Jurnal Manajemen Dakwah, 2(1), 79-93.
Ilyas, R. (2017). Zikir dan Ketenangan Jiwa: Telaah atas Pemikiran Al-Ghazali. MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL KEMANUSIAAN, 8(1), 90-106.
Nur, F. M. (2017). Persepektif Zikir Di Kalangan Sufi. Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 19(2), 189-198.

No responses yet