Setiap Muslim sangat dianjurkan membaca ‘Basmalah’ sebelum memulai suatu aktivitas atau pekerjaan. Banyak penjelasan ulama tentang keutamaan membaca ‘Basmalah’.
Al-Quran, kitab suci umat Islam, dimulai dgn ‘Basmalah’. Tak heran jika para ulama memulai karyanya juga dgn mencantumkan ‘Basmalah’. Seperti halnya Kitab syarah Kasyifah as-Saja Fi Syarhi Safinah an-Naja yg ditulis oleh Syekh Allamah Muhammab bin Umar an-Nawawi al-Banteni rahimahullah yg juga dimulai dgn bacaan bismillah.
Basmalah atau Bismillahirrahmanirrahim mengandung banyak keutamaan, di antaranya sbg bentuk ISTI’ANAH (meminta pertolongan) kepada Allah SWT dan memohon keberkahan dari-Nya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap perkara penting yg tidak diawali dgn Bismillahirrahmanirrahim, maka dia akan “terputus.” (HR. Imam Ibnu Hibban rahimahullahdan selainnya)
KH Ahmad Bahauddin Nur Salim atau yg akrab disapa GUS BAHA’ dalam sebuah ceramahnya, menyatakan tentang pentingnya membaca ‘Basmalah”, sebelum melakukan aktivitas. Misalnya pada saat makan atau minum.
“Secara hukum fiqih, membaca ‘Basmalah’ tidak wajib. Tapi secara hukum tauhid, membaca ‘Basmalah’ itu wajib, karena takutnya orang akan meyakini setiap makan pasti kenyang dan setiap minum pasti segar”.
Dengan baca ‘Basmallah,’ tegas Gus Baha, seseorang akan memiliki pemahaman bahwa ia menjadi kenyang itu bukan karena makan dan minum, tapi itu karena kekuasaan Allah.
Shared by Al-Faqir Ahmad Zaini Alawi Khodim JAMA’AH SARINYALA

No responses yet