Categories:

Maddaddilla Yasmin Ihdalumam dan Nur Aisyah Amalia, mahasiswi Psikologi Universitas Muhammadiyyah Prof. Dr. Hamka. 

Kita telah mengetahui bahwasannya Islam adalah agama yang mengatur segala aspek kehidupan, maka dari itu Islam memiliki sistem pergaulan yang mengatur berbagai permasalahan dalam hubungan atau muamalah kita dengan orang lain. Begitu juga Islam mengatur pernikahan, keluarga sakinah terdiri dari dua kata, yaitu “keluarga” dan “sakinah”. “Keluarga” adalah terjamahan dari kata آلآھل dalam kamus besar bahasa Arab. Dalam kamus bahasa Indonesia, keluarga diartikan sebagai bapak, ibu dengan anak-anaknya. Sementara itu, kata sakinah dalam bahasa Arab berakar dari kata سكن yang berarti tenang atau damai.

            Konsep keluarga sakinah mungkin bukanlah sesuatu yang asing dalam masyarakat Islam. Istilah ini sering disebut sebagai cita-cita keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan mendatangkan kedamaian. Oleh karena itu, mewujudkan keluarga sakinah adalah impian bagi setiap pasangan muslim. Artikel ini akan menggali lebih dalam mengenai prinsip-prinsip pembentukan keluarga sakinah, dan bagaimana prakteknya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Asas Pembangunan Keluarga Sakinah

  1. Keimanan yang Kuat

     Keimanan yang kuat akan membawa seseorang menjadi orang yang sukses dan berjaya. Ada beberapa cara untuk membangun keimanan yang kuat, yaitu mendengarkan, membaca, dan merenungkan ayat-ayat serta hadis-hadis yang menegaskan kebesaran dan kekuasaan Allah. Orang yang memiliki keimanan yang kuat selalu merasa bersyukur atas apa yang dimilikinya. Keimanan yang kuat akan berdampak positif pada kehidupan manusia dan kepada hidayahnya.

     Asas yang pertama ini terpenting dalam membentuk keluarga sakinah yaitu keimanan yang kokoh kepada Allah SWT. Keluarga yang membangun kehidupan berbasis pada ajaran agama akan lebih mampu untuk bersabar, bersyukur, dan bertaqwa dalam segala situasi.

  • Pengertian dan Komunikasi yang Baik

     Komunikasi yang baik melibatkan proses penyampaian informasi, atau ide dari satu pihak kepada pihak lain sehingga pesan tersebut dapat dipahami. Komunikasi yang efektif memastikan bahwa pesan disampaikan dengan jelas dan diterima dengan baik oleh penerima pesan. Komunikasi yang efektif adalah kunci dalam setiap hubungan. Pengertian dan komunikasi menjadi penting untuk menyatukan persepsi dan menghindari perpecahan hanya karena kesalahpahaman.

  • Kasih Sayang dan Perhatian

     Kasih sayang melibatkan rasa suka atau kagum, sementara perhatian adalah pemahaman akan makna atau maksud seseorang. Rasa kasih dan perhatian antara anggota keluarga harus terus menerus dipupuk. Hal ini melibatkan perbuatan kecil namun konsisten yang menunjukkan rasa sayang seperti saling mengucapkan doa ketika berpisah atau bertemu.

Praktik Mewujudkan Keluarga Sakinah

  1. Sholat Berjamaah

            Sholat berjamaah memiliki keutamaan yang besar, di antaranya adalah mendapatkan pahala 27 derajat lebih besar daripada sholat sendirian, mempererat tali persaudaraan, dan meningkatkan kualitas sholat. Mendirikan sholat berjamaah bersama anggota keluarga merupakan cara yang baik untuk menguatkan tali persaudaraan dan mendidik anggota keluarga tentang pentingnya ibadah bersama. Selain itu, sholat berjamaah juga membantu memperkuat keimanan dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

  • Membiasakan Musyawarah

            Setiap keputusan yang berkaitan dengan kepentingan keluarga sebaiknya dibicarakan bersama. Sikap demokratis dalam keluarga akan mendorong setiap anggota keluarga merasa dihargai dan diperhatikan. Membiasakan musyawarah mufakat dalam mengambil keputusan di keluarga dapat dilakukan melalui langkah-langkah seperti saling menghargai pendapat, mendengarkan dengan seksama, dan mencapai kesepakatan bersama. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan demokratis di dalam keluarga.

            Musyawarah mufakat merupakan cara yang baik dan efektif untuk menyelesaikan berbagai persoalan dengan menjunjung tinggi kebersamaan, persatuan, dan kesatuan. Melalui musyawarah, dapat dilatih untuk mengemukakan pendapat, menyelesaikan masalah secara adil, serta menyatukan perbedaan pendapat. Dengan demikian, musyawarah mufakat dapat membantu dalam membangun rasa kebersamaan, meningkatkan kualitas keputusan, dan menciptakan lingkungan yang harmonis.

  • Pendidikan dan Pembiasaan yang Baik

            Mendidik anak-anak bukan hanya tugas sekolah. Oleh karenanya, pembiasaan nilai-nilai baik harus ditanamkan sejak dini di rumah, mulai dari kejujuran, empati, hingga kemandirian. Pendidikan dan pembiasaan yang baik adalah dua aspek yang paling penting dalam menghasilkan individu yang berkarakter serta disiplin, seperti:

  • Pendidikan karakter.
  • Pembiasaan dalam menanamkan nilai-nilai karakter disiplin.
  • Implementasi pendidikan karekter melalui pembiasaan.

            Secara keseluruhan, pendidikan dan pembiasaan yang baik memainkan peran penting dalam menghasilkan individu yang berkarakter dan disiplin, serta membantu menciptakan lingkungan yang harmonis dan demokratis.

  • Menjaga Keseimbangan Kerja dan Kehidupan

            Dalam era modern, keseimbangan antara waktu untuk bekerja dan berkualitas bersama keluarga seringkali menjadi tantangan. Namun, keluarga sakinah perlu menyiasati hal ini dengan bijak. Pentingnya keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi, serta menyarankan untuk memprioritaskan kehidupan pribadi dan keluarga, serta memastikan bahwa keduanya saling mendukung. Dengan demikian, menjaga keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi merupakan hal yang penting untuk kesejahteraan dan kebahagiaan, dan melibatkan berbagai langkah praktis untuk mencapainya.

Kesimpulan

            Keluarga sakinah bukanlah sebuah utopia yang tidak dapat diwujudkan. Dengan asas keimanan yang kuat, pengertian, dan komunikasi yang baik, serta kasih sayang yang dipupuk secara berkesinambungan, keluarga sakinah dapat menjadi kenyataan. Praktik seperti sholat berjamaah, musyawarah, pendidikan nilai yang baik, dan menjaga keseimbangan kerja merupakan cara-cara yang dapat diterapkan. Semoga setiap keluarga muslim dapat mewujudkan keluarga yang dicintai Allah SWT serta menjadi sarana untuk membentuk generasi yang kuat dalam iman dan bermanfaat bagi masyarakat. Aaamiin.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *