Penulis : Ega Rusmawati Kartika (UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA)
Sakinah merupakan sebuah istilah yang di pakai untuk menggambarkan suatu ketenangan hati atau kehebatan dan sering ditafsirkan dengan bahagia dan sejahtera. Bagi kebanyakan orang untuk mencapai kata Sakinah sangatlah sulit, apalagi pada era yang serba modern ini. Di era yang serba modern ini banyak sekali kemudahan yang dapat kita peroleh, contohnya seperti mengakses berita-berita terkini yang tersebar dari seluruh penjuru dunia. Namun tidak banyak juga hal-hal negative yang kita dapatkan dari kemudahan tersebut, seperti halnya Ketika kita mendapatkan suatu berita, boleh jadi berita yang kita dapatkan kurang valid atau bahkan berita palsu.
Di era yang modern ini tidak luput dengan melonjaknya berita-berita yang meluas melalui sosial media yang tertera di internet, yang begitu sangat mudah kita akses melalui gadget, pada hakikatnya sangat sulit untuk membangun keluarga yang Sakinah, karena percampuran budaya yang sudah tercampur dengan kehidupan Masyarakat yang sangat kompleks. Namun kita tentu saja bisa membangunnya dengan berdasarkan kalam Allah SWT yaitu dengan pedoman Al-Qur’an dan hadits Rasul, serta dapat kita contoh dari keluarga-keluarga muslim pada zaman rasul. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” AR-RUM [21}
Dalam membangun keluarga Sakinah di era modern ini, tentu kita perlu kiat-kiat tertentu agar tetap menjaga pedoman hidup berdasarkan Al-qur’an dan hadits. Salah satunya yaitu bagaimana cara kita bertabayyun pada berita-berita yang tersebar luas melalui internet, bagaimana cara kita mengimbangi perkembangan zaman yang terus maju dengan aturan-aturan yang sudah Allah tetapkan jauh sebelumnya. Dengan mendidik keluarga kita, senantiasa selalu melibatkan Allah dalam segala urusan di dunia, dan tidak terlena dengan kemudahan-kemudahan yang tersedia sehingga jauh dari ajaran agama.
Adapun ciri-ciri keluarga Sakinah menurut Sofyan Basri, antara lain:
- Rumah Tangga Didirikan Berlandaskan Al-Quran Dan Sunnah.
- Rumah Tangga Berasaskan Kasih Sayang (Mawaddah Warahmah).
- Mengetahui Peraturan Berumahtangga.
- Menghormati dan Mengasihi Kedua Ibu Ayah.
- Menjaga Hubungan Kerabat dan Ipar.
Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwasannya keluarga yang terbangun menjadi keluarga yang Sakinah ma’wadah dan warahmah itu dapat dibangun tentunya berdasarkan landasan agama, dan dapat dimulai dari ayah dan ibu serta bagaimana cara mereka mendidik anak-anaknya didalam keluarga, pada dasarnya membangun keluarga yang Sakinah dapat di bina tergantung pada cara orang tua mendidik anak-anaknya didalam suatu keluarga. Dan serta kita dapat menyimpulkan bahwa keluarga Sakinah itu terbentuk atas terjalinnya hubungan baik antar para anggota keluarga besar. Tentunya dengan tetap mengimbangi perkembangan pada zaman ini serta tetap berpegang teguh pada ajaran agama.
Keluarga sakinah mawadah warahmah tidak bisa hanya dilaksanakan antara ayah dan ibu kepada anak atau sebaliknya saja, namun semua aspek ini dalam lingkungan keluarga menjadi satu kesatuan, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal semua harus dapat memberikan rasa nyaman dan tentram.
Dengan demikian, kita dapat mewujudkan keluarga Sakinah dengan cara :
- Pertama, Memilih pasangan yang Shaleh/Shalehah yang taat kepada perintah Allah SWT dan sunnah Rasulullah SAW.
- Kedua, Mengutamakan keimanan dibandingkan penampilan dalam memilih pasangan.
- Ketiga, Melihat latar belakang keluarga dan nasab dari pasangan yang dipilih. Diutamakan yang memiliki nasab terjaga (baik) dan terhormat.
- Keempat, Niatkan dari awal untuk beribadah kepada Allah SWT dan menjauhi segala hubungan yang dilarang-Nya.
- Kelima, Berkomitmen untuk tetap menjaga keutuhan hubungan dalam rumah tangga.
- Keenam, Sebagai suami, istri ataupun anak, menjalankan tugas dan fungsinya selaku anggota keluarga dengan sebaik-baiknya.
- Ketujuh, Membiasakan nilai-nilai kerohanian dalam setiap aspek kehidupan di dalamnya.
- Kedelapan, Menjaga komunikasi yang baik dalam segala urusan.
- Kesembilan, Memelihara dan menjaga keharmonisan keluarga dengan masyarakat sekitar.
- Kesepuluh, Menanamkan nilai-nilai edukatif dalam setiap kegiatan keluarga.
Hal-hal ini hanyalah sebagian kecil dari apa yang dapat kita lakukan untuk membangun keluarga Sakinah di dalam bermasyarakat dan kehidupan yang sudah serba modern ini.
Keluarga adalah suatu institusi sosial karena keluarga menjadi penentu utama tentang apa jenis warga masyarakat. Apabila keluarga yang dibangun sesuai dengan pedoman agama, maka masyarakat akan bersih dan mencerminkan prilaku yang sudah diajarkan oleh agama. Namun apabila rapuh, maka rapuhlah masyarakat. Begitu pentingnya suatu keluarga dalam menentukan kualitas bermasyarakat, sehingga untuk membentuk sebuah keluarga harus benar-benar mengetahui pilar-pilar membangun sebuah keluarga menurut anjuran agama. Mewujudkan keluarga sakinah adalah dambaan setiap manusia.
Keluarga sakinah adalah kondisi keluarga yang sangat ideal yang terbentuk berlandaskan Al-Quran dan Sunnah untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Harta dan jabatan bukanlah suatu tolak ukur untuk membentuk keluarga bahagia. Membangun keluarga sakinah di era yang serba modern ini tidaklah mudah , banyak yang mengalami kesulitan, karena hal inilah pentingnya kita memperhatikan apa-apa yang sudah di anjurkan agama. Membangun sebuah keluarga yang Sakinah di zaman ini tentu lebih rumit dan kompleks, namun Kembali lagi pada suatu pedoman kita yaitu rasul dan para sahabat yang bisa kita jadikan tolak ukur, bagaimana membangun dan menjadikan pilar-pilar didalam keluarga tetap kokoh, serta kita tetap memanfaatkan ‘kemudahan’ yang sudah ada untuk ladang beribadah dan dakwah, melakukan kemudahan-kemudahan tersebut untuk malakukan hal-hal yang positif. Menjadikan kehidupan berkeluarga yang seimbang antara kehidupan modern tentu dengan di sertai pedoman-pedoman agama untuk mencapai Ridha Allah SWT, Wallahu A’lam Bishawab.

No responses yet