Tulisannya kurang rapi menandakan ketidakstabilan emosi nya atau Zakiah terburu2 ?, tetapi g tuh, dia nulis konsisten dr awal mmg bgt, kelahiran 1995 seharusnya sudah cukup waktu untuk menikah (26 tahun) info terakhir malah belum menikah.
Di paragraf kedua, Zakiah menggambar sebuah bangunan, pondasi nya tauhid dan puncak nya adalah jihad, menandakan bahwa doktrin Jihad nya cukup kuat merasuk dada, dia bercita-cita memberikan syafaat keluarga nya jika Syahid di jalan Allah SWT, artinya dia mencintai keluarganya.
Nah paragraf ketiga disini point pentingnya, Zakiah berpesan agar menjauhi pemilu, karena pemilu akan melahirkan kesyirikan dan UU buatan manusia, inilah ciri khas salafi Jihadi Takfiri nya, disini indoktrinasi dan brainwashing telah mengubah cara berfikir Zakiah, dia amat membenci keadaan Zaman dan sekitarnya,
Zakiah mengkhawatirkan keluarga nya murtad Tampa sadar, mengingatkan buku yang muncul pada tahun 2008 yang berjudul KAFIR TANPA SADAR, yaitu terjemahan kitab sekunder Wahabi yang berjudul asli AL-JAMI’ FIE THOLABIL ILMIS SYARIEF di bab Iman dan Kufr.
Aksi bom Makassar telah menginspirasi dia untuk beramal, betapa indahnya beramal dengan orang yang di cintai nya, bahwa status gender tidak mnghalangi dia berpartisipasi Amaliat jihad kali ini, seakan Zakiah ingin mengprovokasi kaum Adam untuk melakukan hal yang sama dengan dirinya, malu sama akhwat bgt dalam hatinya.
—-
Yang belum pernah jadi Teroris, tentu sulit menyelami akal pikirannya, ini lah fakta
Membedah Senjata Pelaku
Tgl 17 February 2021 dia order senjata tersebut di online shop, jenisnya Baretta M84 buatan Wingun, Cal. 4,5 mm, fps nya mencapai 600-800 fps, artinya jarak 1-2 meter kena jidat memang bisa meninggalkan dunia, tetapi tidak di jarak 5-6 meter.
Jelas kalah jangkauan dengan pistol polisi yg fps bisa mencapai 2300 fps dengan cal 9mm dan efektif di jarak 10-15 meter, artinya dia sadar bakal kalah sama polisi ketika tembak2an, aksi kali ini bukan untuk menang kok, Zakiah sadar dia bakal mati, tetapi memang dia cita2 buat mati, jadi g mikir menang, buat dia mati syahid itu sudah menang banyak.
Ada jarak waktu 1 bulan lebih sejak dia memiliki senjata jenis airgun tersebut, yaitu 1bulan setengah, artinya dia punya waktu latihan, test nembak dulu, setelah itu dia mulai mempersiapkan diri, baik persiapan ruhiyah maupun jasadiyah, sepatu kest, gamis longgar dan map kuning buat cover, tetapi dia tidak kapan mau Amaliat, hingga peristiwa Makassar menginspirasi dirinya untuk main.
Mirip keluarga Dita dan kawannya di 3 gereja, 1 Poltabes dan rusunawa, terpicu peristiwa penjara Mako Brimob yang menjadi triger aksi Mei 2018 tersebut, ternyata aksi Terorisme mampu mengstimilus atau menjadi sugesti bagi kelompok klendestine lainnya, tentu ini fenomena berbahaya.
Kembali ke senjata pelaku, mudah kok kita membeli senjata2 itu di toko online, barang tersebut di jual bebas, harganya murah 2,35 juta, tetapi masa depan bisnis ini akan suram setelah kejadian ini, Waallahu’Alam

No responses yet