Categories:

Oleh: Farah Annisa (Mahasiswa dari ITB Ahmad Dahlan Jakarta)

Pengertian ikhlas secara umum adalah kata ikhlas, yang artinya berbuat baik atau berbuat baik hanya berharap ridha Allah. Sehingga meskipun tidak mendapatkan pahala apapun, ia akan terus beramal saleh dan hanya mengharapkan ridha Allah SWT.

Keikhlasan adalah mencari keridhaan Allah dalam tindakan, memurnikan semua hal pribadi dan duniawi. Tidak ada yang melatarbelakangi perilaku, kecuali Allah dan akhirat. Tidak ada noda yang mengganggu amal, seperti kecenderungan dunia sendiri, baik tersembunyi atau umum, atau karena mencari harta rampasan, atau karena nafsu, status, properti, reputasi, untuk mendapatkan tempat di hati orang. hati, dan memperoleh pujian tertentu, Atau karena kesombongan yang terselubung, atau alasan lain yang tidak menyenangkan; intinya bukan karena Allah, tetapi karena sesuatu; maka semua ini adalah noda yang menodai ketulusan.

“mencoba bertahan di dalam kata ikhlas” salah satu hal yang pastinya setiap manusia pernah merasakannya. Bertahan kehilangan orang yang di sayang, bertahan kehilangan pekerjaan, bertahan kehilangan jabatan, bertahan kehilangan harta dan benda. Di dalam kata bertahan itu pastinya banyak sekali orang-orang sekitar bahkan diri sendiri berkata “ikhlaskan” untuk menguatkan. Bahkan disaat kita semua sudah mencoba untuk ikhlas pasti ada saja pertahanan kita untuk mencoba bertahan, hancur seketika disaat ikhlas yang terlalu kita paksakan. Jadi, jangan lakukan hal ikhlas itu menjadi paksaan, tetapi biarkan ia mengalir dengan sendirinya, bertahan sekuatnya, jalani alurnya, dengan begitu rasa ikhlas akan hadir dengan sendirinya.

Adapun beberapa ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas tentang rasa ikhlas:

Ayat tentang ikhlas #1

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا * إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا * إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا * فَوَقَاهُمُ اللَّهُ شَرَّ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَقَّاهُمْ نَضْرَةً وَسُرُورًا * وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan, (8) (seraya berkata), “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan ridha Allah, kami tidak mengharapkan balasan dan terima kasih dari kamu. (9) Sungguh, kami takut akan (azab) Tuhan pada hari ketika orang-orang berwajah masam lagi penuh kesulitan.” (10) Maka Allah melindungi mereka dari kesusahan pada hari itu dan memberikan keceriaan dan kegembiraan kepada mereka. (11) Dan Dia memberi balasan berupa surga dan pakaian sutera kepada mereka karena kesabarannya.”(12)

(Q.S Al-Insan: 8-12)

Ayat tentang ikhlas #2

هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Dialah yang Maha Hidup, tidak ada tuhan selain Dia. Maka sembahlah Dia dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

 (Q.S Ghafir: 65)

Kemudian ada 2 tokoh yang sangat menginspirasi dengan kata-kata mutiaranya yaitu:

Kata #1

“Seseorang yang pernah kehilangan sesuatu yang ia kira adalah miliknya selamanya, pada akhirnya akan menyadari bahwa tak ada satu pun di dunia ini yang benar-benar menjadi miliknya.” (Paulo Coelho)

Kata #2

“Semua orang pernah kehilangan sesuatu yang berharga. Kehilangan kesempatan, kemungkinan, dan perasaan yang tak akan pernah kembali lagi. Itulah bagian yang membuat kita benar-benar hidup.” (Haruki Murakami, Kafka on the Shore)

Adapun beberapa unsur-unsur ikhlas diantaranya ialah:

1. Niat

Sesungguhnya Allah swt berfirman: “Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di saat dan petang hari, sedangkan mereka menghendaki keridhaan-Nya (QS 6: 52). Dan maka niat adalah menghendaki keridhaan-Nya. 

2. Mengikhlaskan Niat 

Nabi saw. Bersabda kepada Muadz, “Ikhlaskanlah amal, maka sedikit darinya mencukupimu”.

3. Dapat Dipercaya

Ketahuilah, bahwa setiap sesuatu itu tergambar bahwa dicampuri oleh yang lain. Maka ketika ia suci dari campuran dan bersih daripadanya, niscaya ia dapat dinamakan: yang bersih (khalish), sedangkan sesuatu dinamakan dengan perbuatan yang suci dan bersih itu adalah ikhlas.

namun, tidak mudah dan sulit untuk mewujudkan ikhlas. Mewujudkan ikhlas bukan pekerjaan yang mudah seperti anggapan orang jahil. Para ulama yang telah meniti jalan kepada Allah telah menegaskan sulitnya ikhlas dan beratnya mewujudkan ikhlas di dalam hati, kecuali orang yang memang dimudahkan Allah. Imam Sufyan Ats Tsauri berkata,”Tidaklah aku mengobati sesuatu yang lebih berat daripada mengobati niatku, sebab ia senantiasa berbolak-balik pada diriku”

Karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a:

يَا مُقَلِّبَ القُلُوْبِ ، ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ

Ya, Rabb yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agamaMu.

Dengan demikan ikhlas adalah syarat di terimanya amal. Di dalam Al Qur`an dan Sunnah banyak disebutkan perintah untuk berlaku ikhlas, kedudukan dan keutamaan ikhlas. Ada disebutkan wajibnya ikhlas kaitannya dengan kemurnian tauhid dan meluruskan aqidah, dan ada yang kaitannya dengan kemurnian amal dari berbagai tujuan.

Yang pokok dari keutamaan ikhlas ialah, bahwa ikhlas merupakan syarat diterimanya amal. Sesungguhnya setiap amal harus mempunyai dua syarat yang tidak akan di terima di sisi Allah, kecuali dengan keduanya. Pertama. Niat dan ikhlas karena Allah. Kedua. Sesuai dengan Sunnah; yakni sesuai dengan KitabNya atau yang dijelaskan RasulNya dan sunnahnya. Jika salah satunya tidak terpenuhi, maka amalnya tersebut tidak bernilai shalih dan tertolak, sebagaimana hal ini ditunjukan dalam firmanNya:

 وَاحِدٌ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَآءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحًا وَلاَيُشْرِكُ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya, maka hendaklah dia mengerjakan amal shalih dan janganlah dia mempersekutukan seorangpun dengan Rabb-nya. (Al Kahfi : 110)           

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *