Categories:

Oleh:
Khoirunisa Wibowo
Fakultas Psikologi, Program Studi psikologi
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA
Psikologi merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari tentang prilaku seseorang, fungsi mental, dan proses mental manusia melalui prosedur ilmiah. Sedangkan psikologi islam adalah satu pendekatan studi dalam memahami kejiwaan dan perilaku manusia yang berdasarkan konsep tauhid, dengan cara integrasi antara ilmu dan iman. Sebagaimana yang dijabarkan diatas bahwa psikologi islam sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, salah satunya adalah remaja.
Seperti yang kita ketahui kondisi mental remaja saat ini sangat memperihatinkan, terutama pada masa remaja banyak sekali perubahannya mulai dari suara, bentuk tubuh, sosial, kepribadian, kondisi mental, dan lain-lain. Pada saat ini biasanya para remaja ingin menunjukan jati dirinya mulai dari positif hingga negatif. Menunjukan jati diri dengan positif misalnya adalah bisa megintropeksi diri sendiri, lebih rajin belajar, percaya diri dari sebelumnya, berani tampil di depan umum. Sedangkan menunjukan diri dengan negatif adalah menjadi pemberontak dari sebelumnya, pacaran, merokok, pergaulan bebas, mengikuti tawuran antar pelajar, dan lain-lain.
Namun pada kebanyakan remaja saat ini sangat jarang sekali ada yang menunjukan jati diri yang positif, kebanyakan dari mereka sering sekali menunjukan jati diri yang negatif. Hal itu lah yang mengharuskan kedua orang tua menerepakan psikologi islam kepada anak yang mereka bimbing dan mereka asuh.
Mengapa demikian, karena kedua orang tua adalah orang pertama yang mengajarkan kita akan suatu hal yang baik maupun yang buruk, mereka juga adalah role model atau panutannya untuk anak-anaknya, maka dari itu jika kedua orang tua menerapakan psikologi islam didalam keluarganya maka anak pun akan ikut menerapkan psikologi islam pada dirinya. Contohnya adalah selalu sabar dan tabah akan suatu masalah hadapilah dengan kepala dingin dan tidak terhanyut emosi, selalu mengucapkan istighfar dan mengambil air wudhu saat kita emosi, selalu mengucapkan salam kepada orang yang lebih tua maupun muda, dan membentengi diri dengan agama.
Maka dengan demikian jika kedua orang tua menerapkan psikologi islam didalam keluarga mereka, kemungkinan anak mereka pun akan menarapkan hal yang sama pada dirinya dan akan terhindar dari hal-hal yang negatif, dan oleh karena itu nilai-nilai agama juga harus ditanamkan sejak dini agar mereka bisa membatasi dirinya dari prilaku yang negatif atau tercela.

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *