Categories:

oleh:

Amelia Irma Nuryani
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Apa itu sabar?
Sabar memiliki banyak arti, yaitu pengendalian diri, penerimaan atas upaya mengatasi masalah, menahan penderitaan, merasakan pahitnya hidup tanpa mengeluh, bekerja keras, gigih dan ulet dalam mencapai tujuan (Subandi, 2011).
Pengertian sabar menurut KBBI adalah tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah. Pengertian sabar secara bahasa adalah naqīd al-jaza’ yang berarti kebalikan dari kegelisahan. Menurut al-Ghazali, sabar adalah menahan dorongan ketaatan dalam melawan dorongan nafsu. Jika mampu mempertahankanya, maka dia memenangkan agama Allah, dan termasuk golongan orang-orang yang sabar. Tetapi jika kalah, maka dia termasuk golongan setan. Sifat sabar adalah usaha jiwa untuk melawan hal-hal yang menjauhkan kita dari agama. Buah kesabaran membuat manusia terhindar dari perbuatan nafsu dan menjadi penyebab kebahagiaan di dunia dan akhirat (Munir, 2019).
Sabar adalah sikap terpuji yang mengendalikan emosi dari perilaku tercela. Sabar menjadi benteng dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah SWT (Syam, 2009).

Mengapa kita harus sabar?
Kita harus sabar karena Allah bersama manusia yang sabar, seperti dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 153 berikut :

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S Al-Baqarah: 153).

Dalam ayat di atas, dijelaskan bahwa manusia diminta untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai penolongnya, jadi masalah yang dihadapi akan menjadi ringan, karena Allah SWT selalu bersama orang yang sabar.

Apa contoh sabar?
Dalam jurnal karya Subandi (Subandi, 2011), yang berisi penelitian empiris terhadap 90 mahasiswa magister profesi Psikologi, menemukan lima kategori dalam konsep sabar, yaitu :

  1. Pengendalian diri : berpikir panjang, memaafkan kesalahan, menoleransi penundaan.
    • Pengendalian emosi : tidak cepat marah, tidak meledak-ledak, tidak menimbulkan energi negatif bagi diri dan lingkungan, mengendalikan diri dan emosi, pengekangan perasaan, tidak mengumpat.
    • Pengendalian keinginan : menahan diri dari godaan kesenangan duniawi, tidak serakah, tidak tamak.
  2. Ketabahan
    Dapat menghadapi situasi sulit dengan tidak mengeluh, tahan terhadap cobaan, tegar dan tabah dalam menghadapi kesulitan, tidak menggerutu, dapat menahan rasa sakit, menahan diri pada situasi yang tidak nyaman atau tidak sesuai harapan.
  3. Kegigihan
    Tetap berusaha walaupun belum berhasil, tidak cepat patah hati, tetap berusaha, optimis, ulet, bekerja keras untuk mencapai tujuan dan mencari solusi dari masalah yang dihadapi.
  4. Menerima segala situasi
    Menerima takdir, keadaan, kenyataan, dan nasib. Ikhlas menerima dan menghadapi permasalahan, bersyukur, berpikir positif terhadap segala keadaan, dan menanggapi dengan hati terbuka.
  5. Sikap tenang dan bersedia menunggu
    Ketenangan lahir & batin, tidak tergesa-gesa, dan menampilkan ekspresi emosi yang teduh.

Apakah sabar memiliki manfaat?
Dalam buku karya Yunus Hanis Syam yang berjudul Sabar dan Syukur Bikin Hidup Lebih Bahagia (Syam, 2009), dijelaskan bahwa ada banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari berperilaku sabar, beberapa diantaranya :

  1. Mampu menjalankan perintah dan larangan agama dengan baik
    Dengan sabar, kita dapat menjalankan ibadah tanpa mengeluh, hilang semangat, dan menyerah atas kesulitan dan musibah yang dihadapi.
  2. Dapat mendewasakan pikiran
    Dengan bersabar, kita tidak membiarkan nafsu untuk menguasai diri, sehingga kita bisa berpikir rasional dalam mengambil tindakan.
  3. Membuat hati lebih tenang dan bahagia
    Saat kita sabar dalam menerima apa yang diberikan Allah SWT, kita akan merasa puas dengan yang ada dalam diri dan bukannya malah memikirkan apa yang tidak kita miliki.
  4. Membuat ibadah lebih sempurna
    Dengan sabar, pelaksanaan ibadah seperti sholat, puasa, ataupun haji kita menjadi lebih sempurna karena khusyuk, mengetahui tujuan dan syaratnya, serta menjauhi perbuatan tercela seperti mengumpat, mengadu domba, dan menjadi pendendam.
  5. Dapat mendatangkan keberuntungan
    Seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 200 berikut :

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.” (Q.S Ali-Imran : 200).

Dalam ayat di atas, dijelaskan bahwa kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk bersabar dan bertakwa agar beruntung.

  1. Dapat memperkuat kepribadian
    Seperti dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 200 sebelumnya, dengan sabar manusia bisa menguatkan diri, meningkatkan kemampuan untuk menanggung beban, dan terus bejuang dalam menegakkan kalimat Allah SWT.

Dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 186 juga dijelaskan hal-hal sebagai berikut :

Artinya : ”Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan.” (Q.S Ali-Imran : 186).

Dalam ayat di atas, dijelaskan bahwa orang yang sabar juga bisa menghadapi cobaan dengan kuat, tidak menjadi lemah ketika tertimpa musibah, karena mereka mengerti bahwa semua itu adalah ujian dari Allah SWT, untuk mengetahui manusia yang benar-benar bertakwa dengan melaksanakan perbuatan utama.

References
Munir, M. (2019, September ). KONSEP SABAR MENURUT AL-GHAZALI DALAM KITAB IHYA’ ‘ULUM AL-DIN. Spiritualis, 5(2), 124-126.
Subandi. (2011, DESEMBER ). Sabar: Sebuah Konsep Psikologi. JURNAL PSIKOLOGI, 38(2), 215 – 227. Retrieved 12 15, 2022
Syam, Y. H. (2009). Sabar dan Syukur Bikin Hidup Lebih Bahagia. (Aning, Ed.) Yogyakarta: Penerbit Mutiara Media. Retrieved 12 15, 2022

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *