Kemarin kita baca keterangan dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW, ada anjuran untuk mengingat mati 20 kali sehari semalam. Gimana caranya?
Tidak ada keterangan spesifik gimana caranya. Karena ingat mati itu amal apa saja yg bisa mengingatkan kita akan datangnya kematian, sakarotul maut dan siksa kubur. Bicara bilangan spesifik 20 kali yg disebut dalam hadits tsb, itu bisa saja cuma isyarat agar sering dilakukan. Seperti anjuran untuk beristighfar 100 kali sehari semalam. Ulama ada yg menafsiri, maksud Kanjeng Nabi adalah isyarat untuk dibaca sebanyak-banyaknya, bahkan lebih dari 100 kali.
Tapi kalo kita memaksa berpatokan angka 20 kali itu, kita bisa amalkan anjuran mengingat mati lewat bacaan basmalah (بسم الله الرحمن الرحيم).
Syaikh Ilyas Al Qodry Pakistan dalam Anwaru Bismillah menjelaskan bahwa ada hikmah besoar dibalik berkumpulnya lafadh Allah (الله) dan (الرحمن الرحيم) dalam bacaan بسم الله الرحمن الرحيم
Lafadh الله adalah lafadh jalalah yang merupakan lafadh yang mengumpulkan semua sifat kebesaran dan ke-Maha-an Tuhan. Bagi yang memahami Sifat Tuhannya, lafadh jalalah ini terasa berat dipikul dalam hati karena terbayang pertemuan dengan-Nya yg didahului kematian. Kita sering membaca cerita orang sholeh yang semaput gara-gara lafadh الله ini, seperti Mbah Yai Rori yang kabarnya pernah tidak sadarkan diri 3 hari gara-gara membaca lafadh الله ini.
Kalo belum juga tergerak, mengusahakan rasa takut pada Gusti Allah ini wajib dipaksa. Paling tidak, kita ingat ketakutan paling besar dalam hidup kita dan Gusti Allah bisa saja menimpakan hal itu saat ini juga.
Sedangkan kalimat الرحمن الرحيم yang berarti Maha Pengasih dan Maha Penyayang, menjadi penyeimbang panas dan beratnya kalimat الله.
Kalo saat menyebut kalimat الله, kita munculkan rasa takut, maka dengan kalimat الرحمن الرحيم, terbitkan harapan pertolongan melalui sifat welas asihnya Gusti Allah. Maka inilah kalimat yang menggambarkan keseimbangan, yang berarti menggambarkan khouf dan roja’ yang menjadi awal mula sesuatu yang mulia.
Nah, bagi kita penganut Madzhab Syafi’i, sehari semalam kita baca 17 kali kalimat basmalah ini dalam sholat. Karena wajib memasukkan kalimat bismillah sebagai bagian dari Faatihah. Ditambahi di luar sholat, misal sebelum makan 3 kali sehari semalam, maka pas 20 kali.
Kalo makannya senin-kemis ya tinggal tambahi aja 3 kali baca basmalah di luar sholat. Tentu semua itu harus dengan penghayatan makna basmalah tersebut. Siapa tau kita termasuk golongan yg disebut bangkit bersama golongan syuhada’. Aamiin.

No responses yet