Menteri Agama : Penerjemahan Al-Qur’an ke Dalam Bahasa Daerah, Upaya Membumikan Al-Qur’an & Melestarikan Budaya

4
1143

Jakarta, jaringansantri.com – Menteri Agama RI, Lukman Saifuddin mengatakan upaya penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa daerah harus terus dilakukan dan didukung.

Menurutnya, Dengan menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahsa daerah, langsung atau tidak. Kita sedang melestarikan budaya kita yang sangat agamis, bahkan dalam beberapa hal sangat Islamis.

“Sehingga budaya kita semakin memiliki relevansi dengan permasalahan kita. Dan banyak nilai-nilai agama yang dapat diambil,” katanya di Auditorium HM Ryasidi Kementerian Agama RI Jl. Thamrin. Kamis, 13 Desember 2018.

Hal itu disampaikan dalam Peluncuran Al Qur’an terjemahan bahasa Daerah Bugis, Aceh dan Madura. Tema : “Literasi Al Qur’an untuk Moderasi Agama”. Produk Puslitbang LKKMO Badan Litbang & Diklat Kemenag RI.

Tujuan penerjemahan, lanjut Menteri Lukman, adalah membumikan Al-Qur’an. Agar manusia semakin bisa memahami subtansi dan esensi sesuai apa yang dikehendaki Allah.

Selain itu, kita juga ingin melestarikan bahasa daerah. Sebanyak mungkin kita bisa menjaga bahasa daerah kita. Salah satunya melalui penerjemahan Al-Qur’an. “Sesungguhnya itu adalah kekayaan bangsa kita,” katanya.

Selain menerjemahkan Al Qur’an dalam bahasa daerah, Menteri Agama juga menyarankan agar perlu memiliki buku yang berisi proses penerjemahan itu sendiri. “Menurut saya ini perlu dijelaskan secara rinci, bagaiman dinamika proses itu. Ini bagian dari ilmu sendiri. Karena setiap penerjemahan tidak terhindarkan dari proses penafsiran,” tandas putra Menag era Soekarno, KH Saifuddin Zuhri ini.

Lebih lanjut ia mengatakan “buat saya ini penting sebagai masyarakat muslim, kita bisa lebih arif dalam menyikapi, memahami, keragaman terjemahan dan penafsiran Al Qur’an,” terang Lukman.

Dengan itu, kita bisa dengan rendah hati dalam menyikapi keragaman penerjemahan dan penafsiran. Maka proses penerjemah, menurut Menteri Lukman adalah khazanah tersendiri. Perlu dikaji dan dipelajari. Ini menjadi warisan anak cucu kita.

Terjemahan atau penafsiran kedalam karya apapun adalah karya manusia. Tentu, kebenarannya tidak absolut sebagaimana firman Allah. Terakhir, Menteri Lukman menyampaikan terimakasih kepada para penerjemah, yang telah bekerja bertahun tahun untuk ini.

“Mudah mudahan program penerjemahan Lektur ini, senantiasa menjadi upaya dalam merawat moderasai kita dalam beragama,” pungkasnya.

Hadir dalam acara peluncuran ini, adalah Prof. Abdurrahman Mas’ud Ph.D (Kepala Badan Litbang & Diklat Kemenag RI) Dr. Muhammad Zen MA (Kepala Puslitbang Lektur), Prof. Dr. Ali Yasa Abu Bakar dari Aceh, dan Nurhayati Rahman, budayawan dari Sulawesi Selatan.

Islam Nusantara Center (INC) mendapat undangan khusus dalam acara ini. Sehingga mengirimkan beberapa anggotanya untuk hadir. (Zainul Wafa/Damar)

4 KOMENTAR

  1. Howdy,

    Must say your website looks quite ok. Good job.
    However, if you want your website to be really successful, then make sure you use the best tools to optimize your online content.
    Otherwise it won’t be on the top of Google search results and no-one will know about it. I’m sure you didn’t create this website to just be online, but to attract new people/customers.

    Few months ago my friend convinced me to use tools from below article and I have to say it helped me soo much:
    https://janzac.com/resources/

    I hope it will help you as well.
    Keep up the good work and you will eventually build a big online business.
    //Lucy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here