Sungguh nikmat yang diberikan Allah SWT kepada manusia sedemikian besar. Hal ini tercermin dalam firman-Nya. “Sesungguhnya karunia-Nya atasmu adalah sangat besar (QS Al Isra:87). Dalam ayat lainnya Allah juga berfirman,” Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu,” (QS An-Nisa: 13).

Karenanya kita diperintahkan untuk menggapai kebahagiaan dan Ridha Allah SWT. Kebahagiaan dan Ridha Allah itu berasal dari Allah dan sungguh semua itu adalah sedikit dan akan habis. Akan tetapi bila semua dipergunakan di jalan Allah SWT, nikmat dan kebahagiaan itu akan besar nilainya di sisi Allah SWT serta kita akan mendapatkan apa yang teramat besar, bernilai dan yang kekal abadi dari sisi Allah SWT. “Apa yang ada di sisi kalian akan lenyap dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” (QS An Nahl:96). 

Semoga Allah membuka pintu-pintu Rahmat dan kebahagiaan kepada kita serta mendapatkan limpahan karunia yang sangat besar dari sisi Allah SWT. Untuk mendapatkan Rahmat dan Karunia Allah itu , kita dituntut selalu gembira (farh) dengan ketentuan Allah SWT sebagaimana firman-Nya,”Katakanlah,’Dengan karunia Allah dan Rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan’,” (QS Yunus : 58).

Orang-orang yang lupa kepada Allah mencari kebahagiaan mereka pada perkara-perkara yang rusak dan binasa. Sehingga mereka habiskan semua yang dimiliki hanya untuk menggapi kebahagiaan semu dan sementara. Padahal sang waktu sangatlah teramat singkat dan setelah itu, apa yang mereka miliki berupa harta, kedudukan, pangkat, jabatan bahkan wanita, mereka akan kehilangan semuanya dan tidak menemukan kebahagiaan sejati yang besar dan kekal abadi.

Di antara doa untuk mendapatkankan ampunan Allah yang manfaatnya tidak pernah berhenti adalah doa Nabi Adam AS,”Robanna Zholamnaa anfusana wa in lam taghfir lana watarhamna lana kunana minal kasirin. (Ya, Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi). (QS Al A’raf:23).

Dan diantara bentuk kebahagiaan serta kegembiraan terhadap karunia serta rahmat Allah SWT adalah menetapi konsep yang diajarkan Allah SWT, mentaati perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya, itulah jalan ketakwaaan. Selain itu Rasululah SAW juga mengajarkan untuk menyebarkan salam kepada sesama muslim lainnya (Tibyus-Salam).

Nabi Muhammad SAW juga bersabda,”Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk ke dalam surga hingga kalian beriman dan kalian tidak beriman sampai kalian saling mencintai.Maukah kalian aku tunjukan satu amalan yang jika kalian melakukannya niscaya kalian akan saling mengasihi satu sama lain?”

Dan para sahabat menjawab,”Benar, wahai Rasulullah?”

Nabi Muhammad SAW menjawab,”Sebarkanlah salam.”

Salam adalah untuk sesama muslim. Jangan pernah mengucapkan salam hanya kepada orang tertentu saja dari kaum muslimin, melainkan sampaikan salam kepada semua kaum muslimin. Karena sungguh diantara salah satu tanda datangnya hari Kiamat adalah umat Islam tidak mengucapkan salam, kecuali hanya kepada orang yang dikenalnya.

Semoga Allah menjadikan kita orang yang senantiasa menebarkan salam dan kita memperoleh kebahagiaan kita dengan Nya. Kebahagiaan dan kegembiraan itu diperoleh dengan menjalankan dan melaksanakan kewajiban yang Allah SWT fardhukan kepada kita, Amin Ya Mujibas Sailin. Wallohu ‘alam bis-Shawab.(***)Penulis adalah mantan wartawan majalah alKisah dan sekarang tinggal di Purbalingga-Jawa Tengah

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *