“Ketahuilah, wahai jiwa, bahwa Pohon Dunia yang tumbuh di Taman Alam Raya ini tegak di atas Akar Kehendak (al-Iradah) yang dinaungi Dahan-Dahan Kuasa (al-Qudrah). Dari Dahan-Dahan Kuasa ini muncul dua anak cabang yang berbeda. Pertama, Anak Cabang Pengetahuan (ma’rifat) yang membelah menjadi Ranting Kesempurnaan (kamaliyyah). Kedua, Anak Cabang Ketidaktahuan (nakirah) yang membelah menjadi Ranting Kekufuran (al-kufriyyah).”
“Dari Ranting Kesempurnaan akan muncul Buah Tauhid. Buah-Buah Tauhid itulah yang disebut ashhab al-yamin (kelompok kanan). Di dalam kumpulan ashhab al-yamin terdapat buah-buah segar dan ranum yang disukai Sang Penanam, yakni buah al-muqarrabin, al-muttaqin, as-shiddiqin, al-‘arifin, al-muhibbin.”
“Sedang dari Ranting Kekufuran akan muncul Buah Kekufuran (kufriyyah). Buah-Buah itulah yang disebut ashhab asy-syimal (kelompok kiri). Kumpulan ashhab asy-syimal berisi buah-buah busuk berulat yang tidak disukai Sang Penanam, yakni buah al-munafiqin, al-kafirin, al-fasiqin, al-musyrikin, al-kadzibin, azh-zhalimin.”
“Ketahuilah, wahai jiwa, bahwa keberadaan ashhab al-yamin dan ashhab asy-syimal adalah keniscayaan dari keberadaan Pohon Dunia. Karena itu, Sang Pemilik (Malik al-Mulki) Pohon Dunia dan Taman Alam Raya akan memerintahkan para pemetik yang dipimpin oleh Izrail untuk mengambil Buah Tauhid yang terikat dalam kumpulan ashhab al-yamin dengan cara yang baik (husn al-khatimah). Buah-Buah Tauhid itu akan ditempatkan di Keranjang Penantian (al-barzakh) yang baik untuk dipersembahkan kepada Sang Pemilik saat Hari Pemilihan tiba (yaum al-hisab). Saat dihidangkan, buah-buah terpilih itu akan ditempatkan dalam Talam ‘Iliyyn yang tak terbayangkan keindahannya untuk dijadikan “santapan” Sang Pemilik. Bahkan, bagi Buah-Buah Tauhid yang benar-benar terpilih dan disukai Sang Pemilik, begitu dipetik akan langsung dipersembahkan sebagai “santapan” kesukaan Sang Pemilik.”
“Sementara itu, Buah Kekufuran setengah busuk dan yang busuk berulat, yang terikat dalam kumpulan ashhab asy-syimal akan dipetik dengan cara yang sangat buruk (su’ul al-khatimah). Buah-Buah itu akan dikuliti di Keranjang Penantian yang buruk (‘adzab al-qubr). Saat datang Hari Pemilihan (yaum al-hisab), mereka akan dipilah dan dipilih di urutan paling akhir. Demikianlah, mereka akhirnya dilemparkan ke lubang-lubang pembuangan sesuai tingkat kebusukannya. Buah-Buah terbuang itu akan dijauhkan dari Sang Pemilik dan ditempatkan di lubang Sijjin yang tak terbayangkan keburukan dan kenistaannya.”

No responses yet