Study, translation, transliteration and Arabic text oleh Suha-Taji Farouki (Oxford: Anqa Publishing kerjasama dengan Muhyiddin ibn  ‘Arabi Society, 2006). 

Muhyiddîn Ibn ‘Arabî

Doa untuk Peningkatan dan Perlindungan Spiritual: al-Dawr al-a’lâ (Hizb al-wiqâya)

Penerjemah Edisi Inggris oleh 

Suha-Taji Farouki

Penerjemah Edisi Indonesia oleh YH.

Kata Pengantar

Oleh Michel Chodkiewicz*

Lahir di Spanyol dan meninggal di Syria, seperti ‘pohon yang diberkati’ laki-laki ini

disebutkan dalam ayat Alquran Surah Annûr, Ibn ‘Arabî (1164–1240) adalah ‘bukan dari Timur maupun dari Barat’ (‘lâ sharqîyah wa lâ gharbîyah’) karena dia sama-sama milik keduanya (milik Timur dan Barat).

Ibn ‘Arabî diakui sebagai Guru Spiritual par excellence ( al-Shaykh al-Akbar ), dia telah menjadi sumber inspirasi dan referensi yang pasti untuk tradisi mistik Muslim dari Andalusia hingga Cina selama lebih dari delapan abad. Kristen Eropa, yang sejak

Abad Pertengahan dengan penuh semangat mempelajari begitu banyak penulis Arab

untuk waktu yang lama tidak menyadarinya. Mereka harus menunggu sampai akhir abad ke-19 di mana sebelum itu mulai menemukan beberapa dari ratusan

karya yang Ibn ‘Arabî tinggalkan untuk kita, dan bahkan kemudian minat ini pada awalnya terbatas pada lingkaran orientalis yang terbatas.

Sebaliknya, beberapa dekade terakhir abad ke-20 kita melihat peningkatan mendadak dalam jumlah terjemahan, edisi kritis, studi dan komentar tentang karya-karyanya. Bahkan lebih mengejutkan-

sebenarnya, peminat Ibn ‘Arabî secara bertahap meluas untuk menjaring pembaca

yang, secara a priori, tidak merasakan ketertarikan khusus pada budaya Islam,

dan memang tampaknya tidak punya alasan untuk tertarik dengan tulisan dengan

kedalaman yang mengintimidasi. Tidak diragukan lagi, pembaca seperti itu merasa bahwa pendekatan akademik kesarjanaan lebih menitikberatkan pada otoritas doktrinal Ibn ‘Arabî telah dilakukan atas sufisme yang hanya memperhitungkan satu aspek dari

manusia. Sebagai seorang tokoh kewalian (walâyah) yang terkemuka, Syekh al-Akbar adalah demikian bukan hanya seorang Lesemeister (pengajar pemikiran): dia juga – dan terlebih lagi, seorang Lebemeister (pengajar kehidupan), karena dia mengajari kita tidak hanya bagaimana berpikir, tapi bagaimana hidup.

Perhatikan, misalnya, pengajaran yang dia tunjukkan pada bab lima ratus dan pasal enam puluh (dan terakhir) dari kitab al-Futûhât al-Makkîyah (Meccan Revelations, Wahyu-wahyu Mekkah). Di sini, di akhir ribuan halaman, di mana doktrin Metafisika besar-besaran dikembangkan dalam bahasa presisi yang sangat teknis, dia mengumpulkan bersama, menggunakan kata-kata yang sangat sederhana, aturan dari mana, dia memberitahu kita, baik musafir spiritual (al-sâlik ) dan orang yang telah sampai di tujuannya (al-wâşil ) dapat memperoleh manfaat. Untuk Ibn ‘Arabî -dan untuk setiap guru spiritual yang layak menyandang nama – ilmunya orang-orang suci (awliyâ) harus menguasai pribadi seutuhnya. Ilmunya tidak dialamatkan untuk intelek saja (melainkan ilmu ilhâm atau inspirasi langsung dari Tuhan).

Karena alasan inilah juga, di dalam corpus Akbarian yang sangat besar, orang menemukan di samping banyak risalah ilmiah yang beberapa merupakan teks yang  cukup

pendek, yang pada pandangan pertama tampaknya termasuk dalam domain

literatur renungan sederhana. Namun kenyataannya sangat berbeda. Doa-doa (Śalawât , ahzâb, awrâd ), ditransmisikan dari guru ke murid, lbih dari sekedar litani yang saleh (litani, Prancis: doa liturgi di mana semua doa diikuti dengan formula singkat yang dibacakan atau dinyanyikan/Prières liturgiques où toutes les invocations sont suivies d’une formule brève récitée ou chantée. Definisi litani dari Dictionnaires Le Robert).

Doa‐doa itu adalah doa yang diilhami, yang masing-masing terstruktur di sekitar serangkaian Nama Ilahi (Divine Names, Asmâ al-Husnâ). Setiap Nama  Ilahi mengandung rahasia dan kekuatan yang menjadi miliknya: kekuatan itu harus muncul dengan tepat

saat dalam pembacaan agar menghasilkan efek yang mana efek seperti itu bukanlah kegairahan magis, namun efek itu mengandaikan bahwa kondisi tertentu terpuaskan (secara spiritual), (untuk itu diperlukan) yang paling penting adalah kemurnian niat.

Selain itu, keragaman bentuk doa dan mode

penggunaannya – baik secara teratur atau sesekali, pada waktu tertentu atau

tidak, dibacakan sendiri atau dalam kelompok dll. – mencerminkan keragaman individu

atau situasi kolektif, dan keadaan batin (dimensi dalam atau interior manusia).

Salah satu dari doa-doa (yang diajarkan Ibn ‘Arabî adalah adalah al-Dawr al-a’lâ (dikenal juga sebagai Hizb al-wiqāya), yang dapat ditemukan di tengah-tengah buku kecil ini. Doa ini diletakkan di tengah, karena dikelilingi oleh banyak informasi berharga. 

Suha Taji-Farouki tidak membatasi dirinya hanya untuk menyusun teks dengan ketelitian yang ketat, dan menyediakan terjemahan dan transliterasi darinya. Ia telah menggabungkan pemeriksaan teliti dari sepuluh sumber tulisan dengan penelitian lapangan yang sabar, dia menceritakan untuk pertama kalinya sejarah panjang doa ini, mengidentifikasi masing- masing kepribadian dalam rantai transmisi (doa ini). Berdasarkan banyak kesaksian dan dari pengamatannya sendiri, dia menunjukkan di atas semua itu bahwa praktik pembacaan al-Dawr al-a’lâ dewasa ini dilakukan dalam lingkungan (milieu) yang sangat beragam. Dengan banyak pengetahuan sebagai (wujud) empati, dia (Suha Taji- Farouki) dengan demikian menunjukkan keberkelanjutan ajaran Ibn ‘Arabî

Paris, 2006

————

*Michel Chodkiewicz (1929-2020) adalah seorang penulis Prancis dan sarjana tasawuf, terutama ajaran Ibn ‘Arabî (Akbarian). Dia adalah Direktur Jenderal kemudian Presiden dan CEO Editions du Seuil dari 1977 hingga 1989 dan direktur studi di École des Haute Études en Sciences Sociales, di mana dia menyelenggarakan seminar tentang Ibn ‘Arabî.

Di antara karya-karya utama adalah The Seal of the Saints: Prophethood and Sainthood in the Doctrine of Ibn Arabi (1986), Ibn Arabi: The Meccan Revelations (translation of selected chapters, 1988) and An Ocean Without Shore: Ibn Arabi, the Book, and the Law (1992). Ada banyak artikel yang ia presentasikan dan dipublikasikan oleh Ibn ‘Arabi Society, yaitu,

“The Vision of God”; “The Endless Voyage”; “The Banner of Praise”; “The Diffusion of Ibn Arabi’s Doctrine”; “The Futuhat al-Makkiyya: Some Unresolved Enigmas”;  “We Will Show Them Our Signs…”; “Miraj al-kalima – From the Risala Qushayriyya to the Futuhat al-Makkiyya On Two Books Attributed to Ibn Arabi – Kitab al-mabadi wa l-ghayat li maani l-huruf and Kitab mahiyyat al-qalb yang ditulis bersama Claude Addas dan “The Paradox of the Ka‘ba” (Catatan ditambahkan oleh penerjemah buku ini ke dalam bahasa Indonesia (YH, diakses dari https://ibnarabisociety. org/michel-chodkiewicz-1929-2020/).

No responses yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *